Polda DIY : Masuk Ke Kota Yogya Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

Bogor Now Nusantara Politik

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pemerintah Indonesia menetapkan tak ada larangan mudik di tengah pandemi Covid-19.

Meski begitu, peningkatan kewaspadaan dilakukan daerah-daerah yang menjadi tujuan mudik agar di daerah tujuan pemudik tak terjadi penambahan masif orang yang terjangkit korona. Kepolisian Daerah (Polda) DIY pun mewaspadai masuknya pemudik ke Kota Gudeg ini.

“Pemerintah sudah melakukan himbauan yang memang di perantauan sebisa mungkin tetap di sana. Tidak perlu mudik sementara ini,” kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto.

Meski begitu, kata Kabid Humas, jika masyarakat tetap ingin mudik ke daerah maka harus betul-betul mentaati aturan yang ditetapkan pemerintah. Terutama terkait protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Seperti di wilayah DIY, pemda setempat kan sudah menghimbau bahwa bagi pemudik yang sudah masuk ke DIY maka harus mengisolasi mandiri selama 14 hari dan harus melapor ke aparat setempat seperti RT, RW atau lurah untuk selanjutnya dilaporkan ke tingkatan lebih tinggi seperti kabupaten. Ini untuk memudahkan pengawasan,” jelas perwira menengah Polri dengan tiga melati dipundaknya tersebut.

Kemudian terkait karantina kampung yang dilakukan warga di tempat tinggal mereka masing-masing, polisi tidak mempermasalahkannya selama tak mengganggu ketertiban.

“Maksudnya ketika portal-portal dijaga maka harus dilakukan yang santun dan baik,” imbuhnya.

Adapun penindakan terhadap berita berita hoax tentang Covid-19, lanjut Kabid Humas, pihaknya mengaku belum melakukan penindakan hukum.

“Dahulu, saat awal-awal merebaknya korona memang ada beberapa berita hoax di DIY tapi belum sampai pada penindakam hukum karena bisa diatasi dan di-clear-kan permasalahannya sebelum meresahkan,” tandas Yuliyanto.