Polisi Tangkap Ahmad Hifni Pembuat Akun FB Palsu

Hukum Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Polda Metro Jaya menangkap tersangka bernama Ahmad Hifni terkait kasus membuat akun facebook palsu dengan nama Lodya Arumi Syakira.

Dengan modus mengambil foto dari pemilik akun instagram korban bernama Desi Wulandari (DW) yang merupakan berprofesi sebagai public figure.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan Kasus ini bermula laporan dari korban DW, bahwa foto pribadinya dicuri oleh tersangka Hifni untuk membuat akun facebook dengan nama Lodya Arumi Syakira.

Tujuannya adalah menarik laki-laki dengan foto si korban. “Kemudian dari akun Facebook (FB) tersangka bernama Lodya Arumi Syakira ini ada 47 orang laki-laki diajak ngobrol melalui chating.” Kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa 31 Maret 2020

Menurut Yusri, tindak pidana yang dilakukan tersangka Hifni, yakni menipu kepada 47 orang laki-laki dengan merayu untuk di berikan pulsa.

Yusri melanjutkan Korban DW baru mengetahui fotonya dicuri dari tersangka dari seorang ibu-ibu yang memaki di akun pribadinya.

“si Ibu tersebut menuduh suaminya berselingkuh dengan korban.” Tambahnya

Di tempat yang sama Desi Wulandari mengatakan melapor kepihak kepolisian karena sudah menjadi korban orang yang tidak bertanggung jawab yang mengunakan foto dirinya di media sosial untuk hal-hal yang negatif.

Desi Wulandari mengatakan hanya memiliki satu akun Instagram dan tidak memiliki Facebook ,

“Sebelumnya sering mendapatkan Laporan fotonya di gunakan orang lain di Facebook waktu itu dirinya tidak pernah mengambil pusing terkait hal tersebut”kata Desi Wulandari

Setelah ada seorang wanita yang memaki-maki dirinya di Instagram yang mengatakan suami sudah selingkuh dengan dirinya.

Desi langsung melaporkan pihak kepolisian untuk memberikan efek jerah kepada orang yang sudah melakukan perbuatan tersebut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan, tersangka Hifni diganar pasal 362 KUHP atau pasal 48 junto pasal 32 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan hukuman kurangan 8 tahun penjara. (Red/Edy S)