Respon Karyono Wibowo Atas Pernyataan Din Syamsuddin Tentang Kepulangan Rizieq Shihab

Nusantara Politik

KORANBOGOR.com, JAKARTA,–Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai pernyataan yang dilontarkan salah satu Tokoh Ormas Keagamaan di Indonesia Din Syamsuddin mengandung implikasi politik.

Respon yang diberikan Karyono berkaitan dengan pernyataan Din yang berisikan negara bertanggung jawab dengan memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

“Pernyataan Din Syamsuddin bisa jadi tidak sekadar cek kosong. Pernyataan Din terkait pemulangan Rizieq Shibab, tentu memiliki implikasi politik,” sebut Karyono seperti dicukil dari jpnn.com, Selasa (25.8/20).

Menurut pandangan politik Karyono sebagai pengamat, pernyataan Din tersebut berpotensi meningkatkan sentimen negatif publik terhadap pemerintah.

Di sisi lain, katanya, pernyataan itu juga bisa mendulang simpati bagi pendukung Rizieq kepada Din dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dimana dia turut membidani koalisi tersebut.

“Menurut saya, ini salah satu manuver yang lumrah dalam pergulatan politik,” ulaa Karyono.

Kendati begitu, kata dia, pernyataan Din itu belum tentu bisa menarik dukungan dari simpatisan Rizieq dan kelompok 212 untuk mendukung KAMI.

Lantaran, sambung Karyono, hingga kini masih terjadi tarik-menarik antara berbagai kekuatan politik yang menyasar pendukung Rizieq sebagai ceruk pemilih.

“Pertanyaannya, apakah para simpatisan HRS dan massa yang tergabung dalam kelompok 212 otomatis mendukung KAMI secara bulat? Menurut saya belum tentu,” urai dia.

Masih menurut Karyono mengatakan, langkah yang diambil para Tokoh KAMI seakan mengafirmasi bahwa pendirian kelompok itu bukan semata gerakan moral.

KAMI, kata Karyono, sengaja disetting sebagai sebuah kekuatan politik alternatif di tengah kemandulan oposisi di parlemen.

“Sekurang-kurangnya, KAMI dirancang sebagai panggung politik hingga 2024. Dengan terbentuknya KAMI dapat menjadi panggung politik agar tetap eksis hingga 2024,” kata Karyono.

Oleh karenanya, Karyono mengingatkan pemerintah tidak perlu tipis kuping dengan merespons yang dilakukan Tokoh KAMI secara berlebihan dan sejatinya pemerintah menilai kritik KAMI sebagai bagian dari kebebasan bersuara kehidupan berdemokrasi.

“Responslah dengan ucapan terima kasih. Namun, jika kritiknya tidak berdasar dan tidak sesuai fakta, cukup diluruskan dengan data,” imbuh dia.***