Siti Zuhro Akui Kabinet Indonesia Maju Sebuah Fenomena Baru

Hukum Politik

KORANBOGOR.com, JAKARTA, — Analis politik senior, Siti Zuhro, menilai kocok ulang Kabinet Indonesia Maju (KIM) menandai fenomena baru perpolitikan nasional. Menyusul bergabungnya pasangan yang bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dalam pemerintahan.

“Masuknya Sandi Uno telah menggenapi kehadiran rival Joko Widodo-Maruf Amin di Pilpres 2019 lalu dalam susunan kabinet,” ujar senior Pusat Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kepada Media.

Namun begitu, Zuhro mengaku kesulitan memahami realitas dalam kontestasi Pilpres 2019 dimana pertarungan sengit dua pasangan (Jokowi-Amin versus Prabowo-Sandi) bahkan membentuk polarisasi di tengah masyarakat.

Tetiba, Presiden Joko Widodo mengumumkan Capres Prabowo Subianto didapuk Menteri Pertahanan & Wakil Ketua Umum partai Gerindra, Eddhy Prabowo, Menteri Kelautan Perikanan, masuk jajaran KIM. Menyusul reshuffle KIM menempatkan Cawapres Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif menggantikan jurnalis Wishnutama Kusubandio.

Masuknya Sandi Uno menandai kocok ulang KIM di tengah dua Pembantu Presiden Jokowi terseret jaringan korupsi, Menteri KKP Eddhy Prabowo & Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara.

Menteri Eddhy diduga terima suap Rp 3,4 milyar dari transaksi benur, benih udang lobster.

Sedangkan Menteri Juliari PB, petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), terseret arus korupsi bantuan sosial (bansos) pandemi Covid19 senilai Rp 17 milyar, hasil kumulatif persenan yang Rp 10.000/paket.

Lengkapnya reshuffle KIM terinci tiga asal partai politik & tiga lainnya profesional. Yaitu Tri Rismaharini, Walikota Surabaya didapuk Menteri Sosial menggantikan sejawat PDIP, Juliari P Batubara. Cawapres Sandi Uno, kader Gerindra, menggeser Wishnutama.

Disusul Yaqut Cholil Qoumas, Ketum GP Ansor, melengserkan Menteri Agama jenderal purnawira Fachrul Razi.
Adik profesional Yahya Staquf itu underbouw Partai Kebangkitan Bangsa (baca: Nahdlatul Ulama) direpresentasikan bakal menghalau katanya Islam Radikal diawali program afirmasi hak beragama Syiah & Ahmadiyah kendati diprotes Majelis Ulama Indonesia.

Sementara menteri berasal profesional itu M.Lutfhi menggantikan Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, berlatar PKB. Budi Gunadi Sadikin, praktisi perbankan, menggeser Menteri Kesehatan, Mayjen Terawan Agus Putranto M.Kes, dan Sakti Wahyu Trenggono dipercaya meneruskan tupoksi Eddhy Prabowo selaku Menteri Kelautan & Perikanan.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Joko Widodo juga mencatat dua menteri asal parpol digelandang masuk kerangkeng jeruji KPK. Yaitu Menteri Pemuda & Olahraga, Imam Nachrawi, asal PKB, dan Menteri Sosial, Idrus Markham asal Partai Golkar.

Menpora Nachrawi kader besutan Abdul Muhaimin Iskandar dijerat korupsi suap senilai Rp 11,5 milyar soal pencairan dana hibah dari Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia.

Sedangkan Mensos Idrus terima suap proyek pembangunan PLTU Riau 1 pada 2018, menyusul Mensos Juliari P Batubara.

Mensos lain asal parpol bernasib serupa yakni Bachtiar Chamsyah, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terkait pengadaan mesin jahit, sapi potong, serta sarung di Departemen Sosial (kini Kementerian Sosial) pada 2006-2008.

Penyaji : Iksan