Terkait Kasus Suap Imam Nahrowi,Teuku Riefky Harsya Mangkir Dari Panggilan KPK

Hukum Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Teuku Riefky Harsya mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (10/1/2020).

Teuku Riefky sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan dana hibah KONI yang menjerat mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

“Saksi tidak hadir,” kata Plt Jubir KPK, Ipi Maryati di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Teuku Riefky tak memberikan informasi apapun kepada penyidik atas ketidakhadirannya dalam pemanggilan pemeriksaan hari ini. Ipi memastikan tim penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan Teuku Riefky.

“Pemeriksaan akan dijadwalkan ulang, namun belum ditentukan waktunya,” katanya.

Dalam kasus ini, Imam dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan dana Hibah KONI dan dugaan penerimaan gratifikasi.

Imam Nahrawi dan Miftahul Ulum diduga menerima uang sejumlah Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018. Selain penerimaan uang tersebut, dalam rentang waktu 2016-2018, Imam Nahrawi diduga juga meminta uang sejumlah total Rp11,8 miliar.

Dengan demikian, Imam diduga menerima Rp 26,5 miliar yang diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kempora TA 2018, penerimaan terkait

Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait. (Red)