Teten Masduki :Perajin Lokal Mampu Memenuhi Kebutuhan Cangkul Dalam Negeri

Nusantara Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM) Teten Masduki mengungkapkan bahwa perajin lokal mampu memproduksi dan memenuh kebutuhan cangkul dalam negeri, karena itu tahun depan tidak akan ada lagi impor cangkul.

Teten menegaskan, kebutuhan cangkul untuk petani dalam negeri yang selama ini ditutup oleh impor akan dipenuhi oleh industri lokal. Caranya, dengan menjalin kerja sama bagi pengrajin logam di dalam negeri dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Perusahaan BUMN yang akan terlibat antara lain PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Krakatau Steel akan menjadi pemasok besi baja untuk pengrajin logam, sementara BRI bertugas memberikan pinjaman modal.

“Pak Presiden sudah minta tahun depan untuk tidak impor cangkul lagi dan kami sudah mengkoordinasikan ke pengrajin logam di berbagai daerah, terutama di Jawa Tengah. Mereka kami hubungkan dengan sumber bahan baku dari Krakatau Steel dan pembiayaannya sudah siap dari BRI,” kata Teten di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Berdasarkan catatan Teten, kebutuhan cangkul di dalam negeri setidaknya mencapai 10 juta unit per tahun. Dari jumlah ini hanya sekitar 3 juta unit yang bisa dipenuhi dari industri nasional.

Sisanya, sebanyak 7 juta unit biasanya mau tidak mau ditutup oleh cangkul hasil impor. Kendati begitu, sesuai arahan kepala negara, maka sisa kebutuhan akan ditutup oleh industri nasional.

“Kami inventarisasi ternyata (pengrajin) di Jawa Barat bisa (produksi) 4 juta, Jawa Tengah 3 juta, Jawa Timur 3 juta. Bahan baku yang kemarin jadi isu, ternyata Krakatau Steel bisa produksi untuk satu hari saja,” terangnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) heran dengan realisasi impor cangkul yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Sebab menurut Jokowi cangkul seharusnya bisa diproduksi di dalam negeri, bukan diimpor dari luar negeri.

“Puluhan ribu-ratusan ribu cangkul yang dibutuhkan masih impor. Apakah negara kita yang sebesar ini industrinya yang sudah berkembang, benar cangkul harus impor? Enak banget itu negara yang barangnya kita impor,” tutur Jokowi. (Red)