Tujuan Dan Strategi Pendidikan Sekolah Dasar Modern

Kampus Kita Pendidikan Politik

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah upaya untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti (kekuatan batik dan karakter). Pendidikan di Indonesia sendiri menggunakan sistem pendidikan selama 9 tahun yang terdiri atas sekolah dasar dan sekolah menengah.

Pendidikan di sekolah diatur oleh peraturan pemerintah pada Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah terkait serta Permendiknas sehingga semua sekolah yang berada di Indonesia harus mengikuti ketentuan yang diberikan oleh pemerintah. 

Sistem pendidikan terbaru pemerintah ini bernama kurikulim 2013 atau sering dikenal dengan sebutan “KURTILAS”. Biasanya Indonesia selalu merivisi kurikulum yang berlaku setiap 5 tahun sekali.

Tujuan perubahan kurikulum ini diharapkan dapat membawa banyak pengaruh yang baik untuk pembentukan karakter siswa di sekolah.

Pembentukan karakter siswa ini umumnya diterapkan dengan baik ketika siswa memasuki pendidikan sekolah dasar dan sekoleh menengah.

Pendidikan sekolah dasar ini mempunyai 3 aspek dasar yang mempengaruhi peserta didik. 

Ketika aspek itu adalah pengetahuan, siapa, dan keterampilan. Aspek inilah yang akan ditanamkan kepada siswa pada pendidikan sekolah dasar dan tentunya tidak hanya dari sekolah saja.

Melainkan orangtua harus ikut andil untuk menumbuhkan aspek dasar pendidikan sekolah dasar.Pendidikan yang dapat membuat peserta didik menjadi siswa unggul adalah pendidikan yang mempunyai dukungan dari berbagai pihak, yaitu orangtua,kerjasama antara guru dan orangtua,serta waktu yang diberikan orangtua untuk siswa sehingga dapat menunjang potensi terbesar yang ada pada siswa.

Selain dukungan dari pihak tersebut, peserta didik juga memerlukan dukungan sekolah yang responsif, seperti menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.

Pendidikan sekolah dasar mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda, bila dibandingan dengan pendidikan sekolah menengah.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan peraturan wajib belajar selama 9 tahun sehingga semua anak harus menyelesaikan studinya sampai sekolah menengah pertama.

Tujuan pendidikan sekolah dasar bertujuan untuk memberikan kemampuan dasar untuk dapat mengetahui potensi terbesar yang dimiliki sehingga berguna untuk mengembangkan kualitas siswa sebagai pribadi, anggota masyarakat, warna negara dan umat beragama yang berbudi luhur.

Kemampuan yang dasar yang diberikan kepada peserta didik pada pendidikan sekolah dasar yatiu keterampilan dalam kemampuan membaca, kemampuan eksakta dan kemampuan untuk memahami ilmu pengetahuan dasar.

Tujuan tersebut guna mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan selanjutnya, yaitu pendidikan sekolah menengah pertama. 

Tenaga pendidik pada pendidikan sekolah dasar haruslah mampu berperan sebagai pembimbing dan pengajar.

Peran pembimbing dalam proses mengajar yang dilakukan sehari-hari adalah peran yang dapat dijadikan sebagai contoh teladan dan panutan siswa untuk ditiru.

Peran pengajar dalam proses belajar di sekolah yaitu tenaga pendidik mampu menguasai materi dengan baik dan mempunyai strategi yang baik pula.

Bayangkan saja, jika guru disekolah tidak mempunyai strategi belajar yang kurang menarik, tentu akan mengurangi minat belajar dari seorang siswa dan muncul paradigma siswa yang merasa bahwa mata pelajaran yang diajarkan adalah mata pelajaran yang membosankan.

Maka dari itu, untuk mencegah hal itu terjadi, sekolah harus menyediakan kualitas guru yang sesuai dengan standar yang berlaku sehingga kondisi ini tidak terjadi dikemudian hari.

Di era globalisasi ini, berbagai strategi proses belajar mengajar diciptakan untuk menghasikan strategi belajar yang dapat membuat siswa nyaman. Selain di sekolah, banyak sekali siswa yang mengunakan teknologi sebagai alat untuk mencari sumber informasi pengetahuan.

Siswa zaman sekarang sangat familiar dengan penggunaan teknologi gadget karena dirasa memang sangat praktis untuk digunakan. Berbagai aplikasi belajar siswa telah dikembangkan untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Jadi, sangat banyak media yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar disekolah sehingga belajar pun bukanlah menjadi momok siswa, tetapi juga dapat menjadi sahabat terdekat siswa. 

(Red/ Letizya mahasiswa UST PGSD YOGYAKARTA)