Utang PLN Membengkak, Hipmi Minta Dirut Baru Tak Ulangi Kebijakan Lama

Hukum Politik

KORANBOGOR.com,JAKARTA—Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara resmi menunjuk Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Mardani H.Maming menyambut baik penunjukan tersebut.  

“Kita menyambut baik penunjukan beliau,” ujar Maming dalam keterangannya hari ini di Jakarta.

Maming mengatakan, sosok Zulkifli Zaini bukan orang baru di BUMN dan PLN. Maming mengatakan, pria kelahiran Bukittinggi ini pernah menjabat sebagai Komisaris PLN sejak 2013 hingga April 2015.

“Beliau juga sebelumnya pernah menjabat sebagai direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bahkan menjadi dirut pada 2010 hingga April 2013. Jadi tentu track record ini yang dilihat oleh Menteri BUMN tentunya,” ujar Maming.

Kendati demikian, Maming meminta agar Zulkifli Zaini tak mengulangi kebijakan korporasi pendahulunya. “Saran kami Pak Dirut PLN yang baru tidak mengulang kebijakan sebelumnya. Kebijakan sebelumnya sangat membahayakan keuangan perusahaan di masa mendatang,” ucap Maming.

Maming mengatakan, direksi sebelumnya terlalu berambisi membangun pembangkit listri (powerplant) secara sendiri-sendiri, tanpa lebih banyak melibatkan pihak swasta. “Akibatnya utang PLN saat ini lebih dari Rp 600 triliun,” ujar Maming. Maming mengatakan, guna menekan laju utang tersebut ada dua cara. “Pertama, perkuat peran swasta di pembangkit. Ada persaingan diantara para swasta, PLN yang diuntungkan. Kedua, PLN fokus pada pengembangan dan pemeliharaan transmisi. Investasinya diarahkan ke sana. Sehingga rasio dan kualitas eletrikfikasi terjaga dengan baik,” ucap Maming.

Dikatakannya, utang PLN saat ini sudah Lampu Kuning. Sebab dari sisi keuntungan, laba PLN masih belum stabil dan sangat fluktuatif.

“Yang mesti diwaspadai, keuangan PLN ini jangan sampai merembet ke mana-mana. Pak Zul yang tahu ini. Mungkin karena beliau bankir, Pak Erik minta beliau selesaikan dan lokalisir,” tegas Maming.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi menunjuk Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama PLN. Zulkifli ditunjuk sebagai dirut untuk menggantikan Sofyan Basyir yang dijadikan tersangka oleh KPK atas kasus suap PLTU Riau I.

Selain Zulkifli, mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan itu juga menunjuk Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama PLN. “Baik Pak Amien maupun Pak Zulkifli memiliki rekam jejak yang sangat baik, siap berkeringat dan berakhlak.

Sama dengan Dirut dan Komut BUMN lainnya. Saya akan intens bertemu secara reguler setiap bulan untuk memastikan berbagai rencana besar yang menjadi prioritas pemerintah,“ ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/12/2019). *(Red/rilis)