Aksi Seorang Pemuda yang Membelah Kemacetan di Yogyakarta untuk Jalannya Ambulance

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Aksi seorang pemuda yang berinisiatif membuka jalan ditengah kemacetan jalan Jogja Wonosari saar hari weekend. Mereka terdiri dari tiga orang, yang berada didepan dua orang dan dibelakang satu orang.

Mereka yang ada didepan membuka jalan dari depan dan yang dibelakang menjaga supaya tidak ada orang yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Mereka berani untuk melawan arah karena jalur yang akan mereka lewati sangat macet total.mereka memberikan aba-aba kepada pengendara yang ada dilawan arah untuk minggir sejenak dan membiarkan ambulance tersebut untuk lewat dahulu. Disetiap perempatan lampu merah mereka menstop semua arah terlebih dahulu.

Aksi pemuda ini patut diapresiasi karena kepeduliannya untuk berinisiatif membantu membelah kemacetan dan memberikan jalan kepada ambulance.

Karena kita tidak tau status pasien yang berada didalam ambulance tersebut separah apa. Kurangnya kesadaran masyarakat pengguna jalan untuk mengutamakan kendaraan Emergency seperti Ambulance dan Pemadan Kebakaran masih sangat sedikit.

Seperti yang kita ketahui banyak pengguna jalan yang malah kebingungan untuk menghindarkarena mereka tidak tau dari arah mana datangnya Ambulance tersebut karena hanya terdengar suaranya saja.

Tetapi ada juga pengendara yang mereka sudah tau dari arah belakang datang Ambulance malah masih bandel untuk menggir supaya ambulance tersebut lewat terlebih dahulu.

Tetapi ada juga pengendara yang sudah mwmpunyai kesadaran hati untuk memberikan jalan. Seperti bebrapa pemuda yang malah membelah kemacetan untuk  jalannya ambulance.

Setelah saya ketahui ternyata pemuda yang sudah mengawal Ambulance tersebut memiliki sebuah komunitas . komunitas tersebut juga sudah mulai tersebar dibeberapa wilayah di Yogyakarta.

Nama komunitas tersebut adalah TEAJ(Team  Escort Ambulance Jogja). Mereka sudah banyak memiliki anggota. Dan mereka adalah relawan yang murni membatu tanpa meminta imbalan apapun. Jadi mereka berinisiatif memakai dana pribadi.

Taufiq salah satu anggota mengatakan “pengawalan yang paling jauh adalah dari RS Betesdha sampai dengan daerah Gunung Kidur dekat dengan pantai sana.

Dan saat perjalanan pulang pun saya menemukan ambulance dan mengawalnya untuk menuju ke RS PKU Muhamadiyah Yogya. Dan ini murni pribadi dari dana pribadi saya”

Jadi harapan saya untuk semua pengguna jalan marilah kita peka atau peduli terhadap kendaraan Emergency. Karena kita tidak tau seberapa sakit mereka yang ada didalam ambulance tersebut.

Dan bagaimana jika kita atau keluarga kita yang ada didalam ambulance tersebut. Tidak ada salahnya kita memberikan prioritas dan waktu untuk kendaraan EMERGENCY.

Red/Chiska Amellia/2018015244/PGSD/Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa