Balutan Kain Marobo khas Malaka (Nusa Tenggara Timur)

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Setiap daerah tentunya memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan pastinya menarik. Selain tarian daerah, makanan khas, rumah adat, bahasa daerah, ada pula pakaian atau kain adat dari masing-masing daerah.

Seperti yang satu ini di Indonesia bagian Timur tepatnya di Nusa Tenggara Timur, kabupaten Malaka. Kabupaten Malaka adalah salah satu kabupaten yang baru mekar dari Kabupaten Belu pada tahun 2014. Malaka merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

Kain tenun yang ada di daerah tersebut bermacam-macam namun ada satu yang paling populer atau terkenal dan menjadi ciri khas masyarakat malaka yaitu kain tenun ikat Marobo atau dalam bahasa daerahnya (Tais Marobo).

C:\Users\ASUS X453M\Downloads\p.jpg

Untuk pria dan wanita berbeda bentuknya untuk para pria disebut dengan Tais Mane atau dalam bahasa Indonesianya kain Tenun pria dan untuk wanita disebut dengan Tais Feto atau dalam bahasa Indonesianya kain tenun wanita.

Warna khas atau warna dasar dari kain Tenun ini adalah merah selain itu ada warna campuran hitam, hijau, dan warna kuning emas.Teknik pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama.Jika ditekuni tiap hari bisa dalam tiga minggu bahkan sebulan selesai dan mendapatkan satu buah kain, sebelum ditenun harus terlebih dahulu memberikan motif dengan cara mengikat benang-benang sesuai dengan motif yang diinginkan, agar lebih mudah dan cepat menenun sebelum melakukan teknik mengikat, motif yang akan dipakai sebaiknya gambaran motifnya di buat atau digambar pada sebuah buku agar dapat dilihat dan ditiru motifnya dengan mudah.

Agar kain tenunnya dapat selesai dengan cepat dapat ditenun setiap hari. Harga Kain Marobo jika dijual berkisar antara Rp.500-1.000.000 per buah.

Di Malaka, Kain Marobo dipakai pada saat acara adat berlangsung, acara peminangan, atau dalam hari raya besar keagamaan dan juga dipakaiĀ  dalam pementasan tarian daerah Malaka tetapi saat ini masyarakat lebih banyak menjahit kain tersebut untuk dijadikan sebagai pakaian.Seperi gaun untuk wanita atasan, dan banyak motif lainnya.

(Red/Meliana Abuk Tahuk,Nim: 2018015399,Kelas: 3J,Universitas Sarjanawiayata Tamansiswa Yogyakarta )