Dampak Kekerasan Fisik Sebagai Hukuman Bagi Anak

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Dalam suatu rumah tangga kehadiran anak merupakan anugerah yang diberikan Tuhan.Anak merupakan pelengkap dalam keluarga, banyak keluarga yang mengharapkan kehadiran anak namun belum kunjung diberikan oleh Tuhan.

Namun banyak juga orangtua yang memberikan kekerasan fisik sebagai hukuman kepada anak. Beberapa orangtua menganggap bahwa pemberian kekerasan fisik adalah cara paling ampuh membuat anak jera.Padahal pemberian kekerasan fisik kepada anak justru akan menimbulkan dampak buruk.

Pemberian kekerasan fisik sebagai hukuman bagi anak biasanya lebih sering dilakukan oleh para orangtua yang emosional.Bahkan tak jarang kesalahan anak dijadikan senjata untuk meluapkan emosi orangtua. Orangtua yang membesarkan kesalahan anak menunjukan sikap emosional dan ketidak sabaran dalam menghadapi masalah. Beberapa dampak kekerasan fisik sebagai hukuman bagi anak antara lain sebagai berikut.

  1. Kekerasan fisik tidak akan membuat anak disiplin. Anak akan merasa gengsi jika melakukan disiplin hanya karena takut diberikan kekerasan fisik. 
  2. Timbulnya rasa dendam anak terhadap orangtua. Saat kekerasan fisik terjadi kebanyakan anak mempunyai keinginan untuk membalasnya.
  3. Timbulnya rasa ketidak terbukaan anak kepada orangtua. Saat orang tua mengetahui kesalahan anak kemudian anak diberikan kekerasan fisik anak beraanggapan bahwa dalamhala apapun tidak perlu memberitahu orangtua, karena kemungkinan jika norang tua mengetahui justru akan mendapatkan kekerasan fisik lagi.
  4. Secara tidak langsung anak akan meniru sikap orang tua yang emosional dan biasa main fisik. 
  5. Memberikan kenangan buruk. Kekerasan fisik akan terus diingat oleh anak.
  6. Dampak yang paling buruk adalah terkikisnya rasa sayang anak kepada orangtua. Kekerasan fisik yang dilakukan dalam jangka panjang akan membuat rasa sayang anak terkikis karena terlalu sering hatinya dilukai. 
  7. Dampak yang paling baik adalah kekeran fisik akan membuat anak ogah untuk memberikan kekerasan fisik kepada anaknya kelak. Dengan banyaknya dampak buruk yang dialami anak membuat anak benar-benar memahami bahwa kekerasakn fisik fatal dilakukan orangtua.

Dengan banyaknya dampak buruk dibanding dampak positif maka disimpulkan bahwa kekerasan fisik merupakan hal buruk yang seharusnya tidak dilakukan oleh para orangtua. Demi menjaga hati anak maka jangan sampai kita memberikan kekerasan fisik kepada anak.

Ketika anak melakukan kesalahan kita seharusnya memberitahu hal yang benar namun dengan cara yang baik tidak dengan kekerasan fisik.

Selaku orangtua diharapkan dalam mendidik anak harus mempertimbangkan segala hal yang akan dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ketika anak memecahkan gelas kita tidak boleh melukai hatinya maupun fisiknya karena harga gelas tidak seberapa dibandingkan hati anak.

(Red/ Hanifah Nur Husna dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Prodi PGSD )