DANA PENDIDIKAN YANG MAHAL

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan adalah salah satu kebutuhan pokok bagi setiap orang.dengan pendidikan manusia dapat belajar banyak hal dan juga merupakan upaya yang sangat penting bagi setiap orang untuk dapat mencetak generasi yang unggul dan juga menjadi hal terpenting bagi setiap Negara untuk dapat berkembang dan lebih maju.

Negara yang hebat akan menempatkan pendidikan sebagai prioritas pertama, karena dengan keberhasilannya dalam pendidikann pastinya dapat menjadi kesejahteraan bagi setiap orang. Pendidikan seseorang dimuali dari pendiidkan Sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.

Namun dalam perkembangannya pendidikan tidak lepas dari adanya permasalahan-permasalahan pendidikan yang dari tahun ketahun tidak ada habisnya, seperti salah satunya yaitu tentang Dana Pendidikan yang Mahal.

Keadaan ini berakibat hanya orang-orang menengah keatas saja yang sekirannya mampu mendapatkan fasilitas yang baik sedangkan untuk orang-orang yang dikelas kebawah hanya mendapat fasilitas yang secukupnya aja atau apa adanya.

Mahalnya pendidikan sangat berakibat buruk bagi masyarakat dan harus ada solusi untuk memecahkannya.

Mahalnya biaya pendidikan ini sering kali bisa menjadi permasalahan yang paling sering terjadi banyak anak-anak sekolah yang rela putus sekolah karena ketiadaan biaya untuk melanjutkannya.

Di Indonesia sendiri pendidikan formal terbagi mejadi empat yaitu dimulai dari pendidikan sekolah dasar,pendidikan sekolah menengah pertama, pendidikan sekolah menengah atas/kejuruan dan pendidikan di perguruan tinggi.

Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya diperguruan tinggi saja melainkan juga biaya pendiidkan disekolaah dasar sampai sekolah menengah keatas, walaupun dari sekolah mendapat bantuan BOS atau Biaya Operasional sekolah itu belimsepenuhnya dapat mencukupi biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Pendidikan diIndonesia termasuk dalam investasi pendidikan yang mahal sehingga diperlukan adanya perencanaan dalam keluarga sehingga dengan adanya perencanaan sejak awal maka ada kesiapan orangtua untuk biaya pendidikan anaknya sehingga anak tidak putus sekolah dan tetap melanjutkan mengenyam pendidikan.

Tanggung jawab orangtua akan pendidikan sangat lah beraat karena pendidikan dimulai daari anak sejaak dini sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

Karena mahalnya biaya menjadikan faktor penghambat bagi orangtua yang ekonominya berada pada kelas menengah kebawa sehingga tidak adanya rasa kepedulian yang tumbuh akan pendidikan untuk ananknya sehingga banyak anak yang putus sekolah,seperti hanya sampai pada jenjang sekolah menengah pertama atau menengah keatas atau bahkan tidaak bersekolah sama sekali. 

Perlu kita ketahui adanya penyebab mahalnya pendidikan, mahalnya pendidikan tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis sekolah), MBS di Indonesia pada kenyataannya lebih dimaknai sebagai upaya mobilisasi dana atau pergerakan.

Karena itu biasanya komite sekolah atau yang merupakan organ MBS selalu ditentukan adanya unsur pengusaha.

Anggapannya, pengusaha memiliki modal yang lebih luas. Hasilnya, setelah komite sekolah terbentuk dan segala pungutan uang sesuai dengan keputusan komite sekolah.

Namun pada implementasinya , hal ini tidak transparan Karen ayang dipilih menjadi komite sekolah adalah orang-orang yang terdekat dengan kepala sekolah.

Akibatnya, komite sekolah hanya mau menerima dan mengakui keputusan yang diambil kepala sekolah dan MBS hanya menjadi keputusan dari pelepasan tanggung jawab Negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya.

Pendidikan berkualitas memang mungkin tidak mungkin murah atau lebih tepatnya tidak gratis. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya, pemerintah yang sebenarnya berkewajiban untuk setiap warga negaranya dapat mengenyam bangku pendidikan.

Untuk mengatasi permasalahan seperti itu perlu adanya penyelenggaran suatu sistem pendidikan yang bermutu dan berkualitas baik dan perlu adanya keseimbangan antara aspek yang mempengaruhi dari sistem pendidikan. Dan dalam sistem pendidikan perhatian pemerintah juga berperan penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Dan juga perlu ada tindakan yang serius dari pemerintah untuk mengalokasikan anggaran kepada program-program yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran sehingga tidak mengakibatkan pemborosan anggaran dana, adanya kemauan keras dari anggota dewan untuk membuat regulasi yang jelas terhadap anggaran yang akan dikeluarkan sehingga benar-benar terhindar dari hal-hal yang menyimpang.Pembiayaan pendidikan untuk hal-hal yang kurang pas perlu ditiadakan dan program-program yang bisa membebani orangtua siswa perlu adanya tindakan revisi.

 Dengan penggunaan anggaran yang baik, maka pendidikan dengan biaya yang mahal tidak akan terjadi lagi.

Seperti akhir-akhir ini banyak yang terjadi pada saat ini banyak sekolah yang memungut dana dari masyarakat dengan alasan untuk peningkatan mutu sekolah.

Sekolah yang baik adalah sekolah yang dapat menggunakan dana serendah mungkin tetapi tetap mempertahankan mutu sekolah.

Permasalahan pendidikan di Indonesia hanya dapat diselesaikan dengan kerjasama dari semua pihak, yaitu orangtua,masyarakat, dan sekolah.

Dari mulai arah input, orangtua sebagai pendidik utama yang mempersiapkan semua kebutuhan dari anak-anaknya, dalam melaksanakan tugasnya orangtua diabntu masyarakat.

Masyarakat disini bisa berupa sekolah sebagai lembaga penyelengara proses pembelajaran.

Dan pada arah proses pemerintah dan sekolah lah yang berkewajiban memberikan aspek-aspek untuk memenuhi pendidikan anak, dan arah output anak yang sudah selesai menempuh pendidikannya yang harus siap menerima tantangan didalam dunia kerja. (Red/ Ranna Fradita Sari. )