DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA SEMAKIN MAJU ATAU SEMAKIN MUNDUR?

Bogor Now

KORABOGOR.com,YOGYAKARTA-Puji syukur atas kehadirat illahi Robbi yang telah memberi kenikmatan jasmani dan rohani sehingga saya bisa menyelesaikan dalam tugas artikel ini. Sebelumnya, saya mohon maaf jika dalam penulisan artikel ini ada kata salah yang tertulis.

Saya hanya ingin mengutarakan pendapat saya mengenai permasalahan pendidikan di Indonesia terutama pada suatu kemajuan dan kemunduruan sistem kurikulum didunia pendidikan Indonesia.

Sudah sangat familiar kita ketahui bahwasannya pendidikan adalah suatu sistem untuk memenuhi segala macam kebutuhan hidup. Suatu hal yang tidak dialandasi dengan ilmu sama saja kita hidup tanpa arah tujuan yang benar dan tidak ada pedoman.

Juga sering kita dengar dan menalaah bahwa suatu pendidikan pada tiap-tiap manusia harus menjadikannya suatu pendidikan sepanjang hayat. Karena manusia sejak lahir hingga dewasa tua nya selalu keterkaitan dengan pendidikan.

Jadi, Pendidikan adalah sebuah sistem pencapaian kesejahteraan yang menjadi peranan penting untuk segala kebutuhan aspek-aspek kehidupan.

Dalam pelaksanaanya harus dibangun  tingkat kesadaran yang seimbang antara masyarakat maupun kalangan guru sehingga semua pelaksana pendidikan bisa menunjang dalam kemajuan pendidikan.

Masyarakat akan sadar bahwa suatu pendidikan ialah suatu yang amat penting untuk membantu segala kebutuhan mereka, peranan orangtua mampu berusaha agar anaknya bisa menempuh pendidikan yang layak. Sedangkan peranan guru disini sangat jauh lebih penting dalam mewujudkannya sebuah pendidikan menjadi sebuah hal yang berhasil.

 Namun akan selalu ada masa dimana suatu harapan yang dicita-citakan akan menjadi realisasi yang tercapai ataupun sebaliknya? Sangat jauh yang diperkirakan pada pihak-pihak tertentu.

Selalu adanya permasalahan dalam pendidkan yang menjadikan terhambatnya suatu sistem. Contohnya pada negeri kita ini, begitu banyak masalah-masalah dan pembelajaran yang dialami di dunia pendidikan Indonesia.

Tentunya masalah-masalah itu turut memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat dalam pendidikan. Salahsatunya adalah pergantian kurikulum yang memberikan dampak besar positif dan negatifnya terutama pada penyesuaian pemerataan seluruh peserta didik di tanah air.

Ada keterbelakangan sistem yang terjadi di sebagian pelosok tanah air sehingga mereka belum sanggup untuk melaksanakan program-program yang diberikan oleh kurikulum tigabelas.

Yang mampu menghambat lagi ialah segi suatu saran prasarana pada setiap sekolah di seluruh tanah air belum bisa menjadikan pemerataan. Masih banyak hingga sekarang sekolah yang tidak memenuhi pencapaian hasil belajar yang maksimal.

Desa dan kota tentunya berbeda, murid-murid di kota mereka sudah cukup baik dalam menerima fasilitas-fasilitas yang ada. Lain dengan anak desa, mereka mengalami keterbelakangan disebabkan dengan adanya fasilitas yang belum memadai untuk menunjang pembelajaran mereka.

Berbicara mengenai kurikulum, Pemerintah telah menjadikan sistem kurikulum pendidikan Indonesia dengan sebuah student center atau biasa disebut dengan kurtilas (kurikulum tigabelas).

Kurikulum tigabelas ini, guru dipaksa agar benar-benar menguasai dan memahami dari semua program kurikulum tigabelas ini yang sangat rumit pada sistem penilaiannya sehingga hasilnya masih belum bisa seperti yang diharapkan.

Begitu juga pada anak-anak pedesaan atau anak-anak peserta didik yang telah saya jelaskan tentang keterbelakangan diatas, kurikulum tigabelas ini  kurang tepat agar diterapkannya sistem-sistem kurikulum tigabelas ini dikarenakan anak-anak di sekolah pedesaan rata-rata murid kelas satu nya masih banyak yang belum bisa membaca.

Dan kurikulum tigabelas ini juga berdampak pada anak yang pribadinya kurang aktif, mereka akan cenderung semakin diam dikelas ketimbang murid yang aktif dia akan menjadi lebih aktif karena diberinya sebuah kurikulum yang sesuai dengannya. 

Hingga kurikulum tigabelas ini menjadi salahsatu sorotan masyarakat Indonesia, yang menimbulkan pro dan kontra karena kurikulum tigabelas juga mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya. Mulai dari penentangan guru-guru di seluruh Indonesia tentang akan adanya kurikulum tigabelas ini.

Salahsatu kelebihan kurikulum tigabelas adalah setiap anak dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Jadi keunggulannya jelas mendorong pada aspek kretifitas dan inovasi pada anak didik sebagai upaya pengembangan karakter yang tertuang pada program studi yang ada.

Sedangkan pada kelemahan nya pada nyatanya seorang guru belum bisa berhasil dalam merealisasikan harapan-harapan baik terhadap suatu pencapaian pendidikan. 

SOLUSI TERHADAP PERMASALAHAN KURIKULUM DI INDONESIA

  Adapun solusi-solusi yang dapat kita pelajari untuk sebuah evaluasi terhadap permasalahan kurikulum yang sudah terjadi adalah: 

  1. Hendaknya pemerintah lebih mengkaji terlebih dahulu suatu tindakan yang akan diberikan terhadap masyarakat. Tidak hanya berfikir pada satu sisi atau tidak hanya memikirkan kepentingannya.
  2. Pemerintah harus lebih melihat dan menyadari akan adanya suatu peranan penting dalam pelaksanaan pendidikan, lebih memahami bahwa ada masyarakat, murid-murid, guru yang pada hakikatnya mereka adalah yang selalu ikut serta berkecimpungan dalam dunia pendidikan.
  3. Guru tidak hanya menjadi sebagai guru, namun guru adalah suatu elemen yang sangat penting dalam pencapaian pendidikan. Maka dari itu, penting sekali sebagai seorang guru maupun para calon guru lebih mengkaji lagi berbagai sistem kurikulum yang akan diaplikasikan kepada peserta didik. Sehingga guu bukan hanya sekedar guru yang asal-asalan layaknya tanpa profesi.
  4. Pemerintah seharusnya menciptakan suatu pembelajaran pendalaman karakter dan pendalaman mental seorang guru maupun peserta didik.

Harapan saya, semoga kedepannya pendidikan di Indonesia bukan hanya saja berusaha mencapai tujuan sebagai suatu formalitas, namun apa yang diharapkan bisa terwujud dan terelaisasi dengan baik. Saling mengintropeksi satu sama lain sehingga terciptanya sebuah kesadaran akan pentingnya suatu pendidikan.

(Red/Ditulis oleh : Elok Faiqoh ,NIM : 2019015174,Kelas : 1 E Pengantar Pendidikan)