GANTI MENTERI PENDIDIKAN GANTI KEBIJAKAN BARU

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Mata Kuliah : Pengantar Pendidikan

Dosen Pengampu : Elyas Djufri

Di Susun Oleh:

Nama : Aninda Safitri

NIM : 2019015286

Semester : Semester 1,Kelas : 1 H

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR (PGSD) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA,YOGYAKARTA 2019

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu penyelenggara pendidikan yang beriisi rancangan pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Program ini dirancang dengan menyesuaikan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan.

Perubahan kurikulum dari waktu ke waktu bukan tanpa alasan, sebab ini untuk terus diperbaiki, mengembangkan, dan meningkatkan  kualitas sistem pendidikan. Di Indonesia sendiri sudah mengalami pergantian sebanyak 10 kali yang tentunya dipicu oleh beberapa latar belakang tertentu. Sekolah dituntut  untuk memahami dan mengaplikasikannya secara optimal. Namun di lapangan, perubahan kurikulum sering kali menimbulkan persoalan baru, sehingga sering terjadi berbagai kendala. Karena sekolah membutuhkan energi besar hanya untuk mengetahui   dan memahami isi dan tujuan kurikulum baru. Terlebih lagi siswanya, karena perlu beradaptasi terhadap perubahan yang baru tersebut.

Dalam artikel ini kami buat dengan tujuan membahas mengenai perubahan kurikulum pendidikan dan agar penyelanggara dan siswa bisa saling mengerti satu sama lain atas  perubahan tersebut.

B.    Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah :

  1. Apakah pengertian kurikulum?
  2. Apa fungsi kurikulum?
  3. Sebutkan macam-macam kurikulum?
  4. Masalah apa yang muncul jika terjadi perubahan kurikulum?
  5. Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut?

C.    Tujuan

  1. Pengertian kurikulum
  2. Fungsi kurikulum.
  3. Macam-macam kurikulum.
  4. Masalah yang akan muncul jika terjadi perubahan kurikulum.
  5. Cara mengatasi masalah tersebut.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN KURIKULUM

Istilah kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang artinya seseorang yang bertugas menyampaikan sesuatu kepada orang lain di lain tempat. Secara ertimologi, istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan, yaitu sejumlah pengetahuan atau kemampuan yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai tingkatan tertentu secara formal dan dapat dipertanggung jawabkan.

  • Prof. Dr. S. Nasution, M. A.

Menjelaskan kurikulum sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan proses kegiatan belajar mengajar dibawah naungan, bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan.

  • Murray Print

Kurikulum adalah sebuah ruang pembelajaran yang sudah terencana diberikan secara langsung kepada siswaoleh sebuahlembaga pendidikan dan  juga pengalman yang dapat dinikati oleh semua siswa pada saat kurikulum tersebut diterapkan.

  • UU. No. 22 Tahun 2003

Kurikulum  adalah suatu perangkat rencana dan juga pengaturan tentang tujuan, isi, dan juga bahan pengajaran, dan cara yang digunakan ialah sebagai suatu pedoman didalam suatu penyelanggaraan kegiatan dalam pembelajaran untuk dapat mencapai suatu tujuan pendidikan.

  • Dr. H. Nana Sudjan Tahun 2005

Kurikulum merupakan niat dan harapan yang dituangkan dalam bentuk rencana maupun program pendidiakn yang dilakasanakan oleh para pendidik disekolah. Kurikulum sebagai niat dan rencana, sedangkan pelaksanaannya adalah proses belajar mengajar.

  1. FUNGSI KURIKULUM

Secara umum, fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan. Menurut Alexander Inglis, fungsi kurikulum adalah:

  1. Fungsi Penyesuaian, karena  individu hidup dalam lingkungan, sedangkan lingkungan tersebut senantiasa  berubah dan dinamis, maka setiap individu harus mampu menyesuaikan diri secara dinamis.
  2. Fungsi Integrasi, kurikulum berfungsi mendidik pribadi-pribadi yang terintegrasi. Oleh karena individu itu sendiri merupakan bagian integral dari masyarakat,  maka pribadi yang terintegrasi itu akan memberikan sumbangan dalam rangka pembentukan masyarakat.
  3. Fungsi Persiapan, mempersiapakn siswa agara mampu melanjutkan studi lebih lanjut untuk jangkauan yang lebih jauh atau terjun ke masyarakat.  Mempersiapakan kemampuan sangat perlu, karena sekolah tidak mungkin memberikan semua apa yang diperlukan atau semua apa yang menarik minat mereka.
  4. Fungsi Diferensiasi, kurikulum perlu memberikan pelayanan terhadap perbedaan-perbedaan perorangan dalam masyarakat. Diferensiasi akan mendorong orang berfikir kritis dan kreatif, dan mendorong kemajuan sosial dalam masyarakat.
  5. Fungsi Pemilihan, antara keperbedaan dan pemilihan mempunyai hubungan yang erat. Pengakuan atas perbedaan berarti pula diberikan kesempatan bagi seseorang untuk memilih apa yang diinginkan dan menarik minatnya.
  6. Fungsi Diagnostik, membantu dan mengarahkan siswa agar mampu memahami dan menerima dirinya sehingga dapat mengembangkan semua potensi yang dimilikinnya.
  7. MACAM-MACAM KURIKULUM
  1. Kurikulum Ideal, kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal, sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum.
  2. Kurikulum Aktual, kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan pada umumnya emang jauh berbeda dengan harapan.
  3. Kurikulum Tersembunyi, segala sesatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum faktual. Segala sesuatu itu bisa berupa pengaruh guru, kepala sekolah, tenaga administrasi atau peserta didik itu sendiri.
  4. Kurikulum Terpisah-pisah, kurikulum ini menyajikan segala bahan pelajaran dalam berbagai macam mata pelajaran yang terpisah-pisah satu sama lain, seakan-akan ada batas pemisah antara mata pelajaran satu dengan yang lain.
  5. Kurikulum Terpadu, batas-batas antara mata pelajaran sudah tidak terlihat sama sekali, karena semua mata pelajaran sudah dirumuskan dalam bentuk masalah atau unit.
  6. Kurikulum Terkolerasi, kurikulum yang menekankan perlunya hubungan antara dua atau lebih mata pelajaran tanpa menghilangkan batas-batas setiap mata pelajaran.
  7. Kurikulum Nasional, kurikulum yang disusun olth tim pengembang tingkat nasional dan  digunakan secaranasional.
  8. Kurikulum Negara Bagian, kurikulumyangdisususn oleh masing-masing negara bagain.
  9. Kurikulum Sekolah, kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum sekolah. Kurikulum sekolah lahir dari keinginan untuk melakukan diferensisasi dalam kurikulum.
  10. MASALAH  YANG TIMBUL JIKA TERJADI PERUBAHAN KURIKULUM
  11. Sumber Daya Manusia(SDM) pendidik yang kadang belum mampu menerapkan kurikulum secara menyeluruh menyebabkan pergantian tersebut  belum tercapai secara maksimal.

Komponen  yang harus diperhatikan dalam mensukseskan kurikulum yang baru adalah tersedianya Sumber Daya Manusia yang profesional sebagai pelaksana penerapan kurikulum ini. Karena sebaik apapun kurikulum dirancang jika SDM yang dituntut menjadi model yang nantinya tidak mampu mneyampaikan apa yang diamanahkan oleh kurikulum, maka kurikulum tersebut tidak berjalan dengan baik.

  1. Fasilitas yang kurang memadai di beberapa daerah menjadi kendala kurikulum tidak berhasil

Suatu kurikulum yang dirancang tentunya harus mempertimbangkan fasilitas yang ada di sekolah. Fasilitas yang tidak merata menjadi salah satu kendaala pelaksanaan kurikulum tidak berjalan lancar.

  1. Sosialisasi penerapan kurikulum yang belum dapat memahamkan pendidik pelaksana kurikulum dapat menjadikan pelaksanaan kurikulum kurang berhasil

Kebijakan baru tentunya harus disosialisasikan ke berbagai pihak yang nantinya berperan dalam pelaksanaan kurikulum. Jika sosialisasi belum bisa memahamkan pendidik maka mereka tidak akan tahu apa yang diinginkan kurikulum dan pencapaiannya menjadi kurang baik.

  1. Peserta didik juga dituntut harus memahami kurikulum baru dan menerapkan dengan baik

Padahal tidak semua peserta didik yang dengan mudah menerima sesuatu hal yang baru. Banyak siswa yang  susah beradaptasi dari kurikulum yang lama ke kurikulum yang baru. Sebab siswa masih banyak yang kurang mengerti mengenai kurikulum yang baru.

  1. CARA MENYIKAPI HAL TERSEBUT

Namun yang dapat dilakukan siswa dan pengajar hanya mengikuti kebijakan tersebut, karena dari pemerintah sendiri sudah menerapakannya. Para pemerintah dan menteri kurang memperhatikan bagaimana susahnya siswa dan pengajar jika kebijakan kurikulum tersebut diganti. 

Padahal kebijakan kurikulum yang lama sebenarnya belum cukup maksimal dalam pelaksanaannya dan kurang berjalan dengan baik. Saran dari kami untuk pemerintah yaitu supaya pemerintah melakukan persipanterlebih dahulu dengan baik kepada  pengajar (melalui pelatihan guru maupun seminar) ataupun kepada siswa dengan melalui sosialisasi.

BAB III

PENUTUP

  1. SIMPULAN

Kurikulum adalah suatu rencana pembelajaran untuk pendidikan dan menjadi suatu pedoman dalam kegiatan pembelajaran. Fungsi kurikulum adalah sebagai alat untuk membantu peserta didik untuk mengembangkan pribadinya ke arah tujuan pendidikan.

Dalam setiap perubahan kurikulum pasti terjadi berbagai kendala. Kendala tersebut yaitu Sumber Daya Manusia(SDM) pendidik yang kadang belum mampu menerapkan kurikulum secara menyeluruh menyebabkan pergantian tersebut  belum tercapai secara maksimal. Fasilitas yang kurang memadai di beberapa daerah menjadi kendala kurikulum tidak berhasil. Sosialisasi penerapan kurikulum yang belum dapat memahamkan pendidik pelaksana kurikulum dapat menjadikan pelaksanaan kurikulum kurang berhasil. Peserta didik juga dituntut harus memahami kurikulum baru dan menerapkan dengan baik.

  1. SARAN

Saran dari kami untuk pemerintah yaitu supaya pemerintah melakukan persipanterlebih dahulu dengan baik kepada  pengajar (melalui pelatihan guru maupun seminar) ataupun kepada siswa dengan melalui sosialisasi.

Kami selaku penulis mengharapakan kritik dan saran apabila terdapat kesalahan kata dalam penulisan ini. Kritik dan saran yang membangun akan menjadikan kami lebih baik ke depannya dalam penulisan makalah.harapan kami dengan ditulisnya makalah ini bisa berguna bagi kita semua untuk menambah ilmu pengetahuan terutama dibidang pengantar pendidikan kurang dan lebihnya tentang makalah ini kami selaku penulis meminta maaf yang sebesar besarnya.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.websitependidikan.com/2016/11/kelebihan-dan-kekurangan-gonta-ganti-kurikulum.html

http://www.idsejarah.net/2014/01/fungsi-dan-peranan-kurikulum.html

https://id.wikipedia.org/wiki/kurikulum

https://subhaniain.wordpress.com/2013/11/22/kurikulum-pendidikan/

(Red/  Aninda Safitri )