Gaya Belajar Efektif Untuk Generasi Milenial

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Perkembangan teknologi yang semakin maju mempengaruhi pola pikir manusia kian harinya.Tak jarang bagi sebagian orang sangat senang dalam memanfaatkan teknologi tesebut.

Maraknya produsen gadget yang terus memproduksi tiap harinya mempbuat sebagian besar orang enggan untuk stay-in-place saja.

Mengapa demikian? Karena kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman yang kian hari selalu berkembang, kita akan ketinggalan zaman.

Seperti halnya, sekarang sudah sangat banyak restaurant yang menyediakan pembayaran non tunai yang dinilai lebih praktis dan lebih aman. Dengan hanya menggunakan gadget yang dibawa dan isi saldo akun pembayaran komersil, kita dapat dengan mudah membayar.

Hal ini juga berlaku pada sistem belajar generasi milenial yang mungkin lebih mahir dalam menggunakan teknologi dibandingkan orang tua pada zaman sekarang. 

Sistem belajar yang siswa gunakan pun sangat berbeda dibandingkan sistem belajara yang digunakan siswa zaman dahulu.

Siswa zaman sekarang yang biasa dikenal sebagai generasi milenial lebih banyak berinteraksi dengan gadget, karena dinilai tidak membosankan dibandingkan berkutat dengan buku dan alat tulis.

Nah, perlu orangtua untuk mengetahui perkembangan zaman yang seperti ini agar siswa dapat lebih terfasilitasi. Berikut, mimin akan memberitahu gaya belajar efektif untuk generasi milenial. 

#1 Foto

Fitur yang terdapat pada gadget sangatlah banyak dan mempunyai manfaat yang sangat banyak pula. Salah satu manfaat yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yaitu menggunakan fitur kamera pada gadget.

Zaman sekarang, banyaknya aplikasi yang dapat mengubah tulisan menjadi text sehingga dapat dengan mudah di share kepada siapapun.

Penggunaan kamera dinilai dapat menambah media pembelajaran karena tidak perlu meminjam buku teman untuk dapat menyalin materi yang dicatat saat tidak masuk. Cukup sekali jepret, anda daapt dengan mudah menyimpan nya dan dapat menyalin di buku pelajaran anda.

#2 Chatting via apps

Selain menggunakan media foto, siswa dapat berdiskusi mengenai materi yang kurang dimengerti dengan teman tidak perlu repot untuk berdiskusi secara langsung. Banyak siswa pada zaman sekarang bertanya tentang materi yang kurang dimengerti dengan menggunakan chatting via apps.

Karena dinilai tidak merepotkan dan dapat mempersingkat waktu. Berdiskusi secara online tentang materi yang kurang dimengerti dapt menjadi suatu gaya belajar efektif yang dapat menunjang prestasi siswa dalam belajar dan berkembang.

Jika pun tidak bisa hadir disekolah, siswa dapat bertukar materi dengan teman tanpa perlu merasa ketinggalan materi yang ada disekolah.

#3 Searching di google

 Seraching di google adalah hal yang paling sering dilakukan siswa untuk memperoleh segala sumber. Karena sifat internet yang merupakan media informasi yang tak terbatas, memungkinkan segala jenis file, buku dan contoh soal banyak tersedia di internet. Bahkan segala macam materi sekolah terdapat dalam internet. Gaya belajar yang sangat diperuntukkan siswa untuk dapat terud menggali informasi di berbagai belahan dunia. 

Dengan menggunakan mesin pencari google, google pun dapat dengan mudah mencai bebagai macam jenis materi yang berbentuk artikel, file, gambar, maupun video tutorial untuk dapat memahami suatu pelajaran bagi sehingga dapat dipelajari dan dapat disebarluaskan dengan cara yang efektif untuk proses kegiatan belajar mengajar.

Itulah gaya belajar efektif untuk generasi milenial yang wajib diketahui orang tua agar siswa dapat terus berkembang dan terfasilitasi lebih baik.

Pada dasarnya teknologi berkembang sangat pesat sehinga mengharuskan orang tua untuk bertindak lebih sigap dibandngkan siswa. Pemahaman orangtua terhadapat teknologi sering membuat siswa menjadi takut untuk meminta fasilitas teknologi tersebut kepada orang tua.

Orangtua perlu mengetahui gaya belajar milenial yang paling efektif untuk anaknya agar minat belajar yang ada semakin besar sehingga dapat mempengaruhi prestasi di sekolahnya.

Jangan lupa selalu memberikan batasan penggunaan gadget agar siswa tidak terlalu adiktif dengan penggunaan gadget yang kian hari semakin berkembang dan tidak membosankan.

(Red/ Wulandari dengan NIM 2018015118 dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar )