KURANGNYA PEMAHAMAN TENTANG PENDIDIKAN MORAL

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan memang topik pembahasan yang menarik dan tak akan ada habisnya, Pendidikan akan terus berkembang dan akan terus mengalami pembaharuan. Karena sangat penting untuk generasi milenial.

Pendidikan akan kita peroleh sejak kita lahir hingga sampai akhir kita meninggal dunia. Kita bisa mendapatkan pendidikan dimana saja dan kapan saja tidak mengenal umur dan waktu.

Pendidikan memiliki peran penting untuk kehidupan karena Negara membutuhkan orang-orang yang berpendidikan untuk membangun Negara yang maju.

Karena salah satu tujuan bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Banyak cara untuk mengembangkkan pendidikan salah satunya adalah lingkungan sekolah yang yang saat ini sebagai sarana pembelajaran.

Guru merupakan peran penting dalam dunia pendidikan karena guru memegang tanggung jawab dari tiga aspek yaitu tanggung jawab kepada orang tua, Negara, dan masyarakat.

Jika guru memiliki perilaku yang buruk maka tidak segan-segan akan dicontoh oleh peserta didiknya bahkan peserta didik bisa lebih melakukan hal-hal yang buruk.

Sebagai guru harus memiliki etika moral yang baik agar dapat dicontoh oleh peserta didiknya. Jika guru memiliki etika yang baik maka peserta didik akan mencontoh yang baik juga.

Namun sekarang banyak guru yang melakukan hal-hal yang tidak selayaknya dan tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang guru.

Guru yang seharusnya menjadi panutan bagi peserta didiknya, tetapi sekarang banyak guru yang bertindak tidak selayaknya di depan peserta didiknya.

Bahkan  masih ada guru yang menyalahi aturan dan menyalah gunakan jabatannya yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

Tidak hanya guru siswa pun masih banyak yang kurang paham tentang pendidikan moral. Dari tahun ke tahun semakin miris kurangnya pendidikan moral di Indonesia.

Banyak yang melakukan tindakan tindakan asusila yang dilakukan dalam kalangan remaja dan guru bahkan anak-anak sekolah dasar pun ikut serta dalam hal-hal tersebut karena anak-anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama mudah terpengaruhi dan mudah menirukan.

Contoh yang sudah terjadi di Indonesia adalah kasus yang ada di salah satu sekolah di Kulon Progo yaitu seorang siswa SMA yang tega menusuk gurunya sendiri di rumahnya dengan menggunakan pisau.

Alasan karena cinta terhadap gurunya. Padahal guru itu sendiri sudah berkeluarga. Selanjutnya kasus yang terjadi seorang murid menganiyaya gurunya hingga tewas.

Kasus ini sempat viral di masyarakat. Dan masih bnyak lagi contoh tindakan asusila yang terjadi di Indonesia salah satunya adalah seorang guru yang menganiaya muridnya bahkan guru melakukan hal-hal yang tidak senonoh terhadap siswinya.

Dari kasus tersebut dapat mencemarkan dunia pendidikan. Pendidikan yang harusnya sebagai sarana pembelajaran dan sebagai wadah untuk menggembangkan bakat tetapi malah digunakan untuk hal-hal yang tidak selayaknya dilakukan.

Orang yang masih melakukan hal-hal tersebut  biasanya orang-orang yang kurang terpanggil jiwanya, orang yang hanya mau mementingkan diri sendiri tanpa memikiran apa akibat yang telah dilakukan yaitu akan merugikan diri sendiri orang lain, bangsa dan Negara.

Yang awalnya tujuan bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa tetapi sekarang hanya menjadi semboyan bangsa saja akibat orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut dapat terjadi karena kurangnya pendidikan moral yang didapat di Indonesia salah satunya adalah dari factor lingkukang dan salah pergaulan.

Tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan namun lingkungan keluarga dan masyarakat adalah yang paling utama dan  paling berpengaruh untuk anak-anak mendapatkan pendidikan moral.

Lingkungan keluarga biasanya sebagai pemicu utama karena dilingkungan keluarga anak pertama kali mendapatkan pendidikan yaitu berupa pengenalan-pengenalan terhadap lingkungan sekitar

Dari kasus diatas menjadi pembelajaran bagi kita semua terutama orang tua dan guru. Menanamkan pendidikan moral sangat penting bagi anak-anak, karena pendidikan moral juga sangat berpengaruh bagi kehidupan, tidak hanya kehidupan anak itu sendiri tetapi juga kehidupan bangsa dan Negara.

Jika anak-anak sejak kecil tidak mengenal moral, maka akan hancur pula moral orang-orang di masa depan dan akan berpegaruh juga nterhadap perkembangan bangsa dan Negara.

Oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam bertindak terutama orang tua dan guru haru selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus kedalam hal-hal tersebut.

Sebagai salah satu untuk mengurangi hal-hal yang sudah terjadi seperti contoh diatas pemerintah harus lebih memperhatikan guru dan anak-anak di Indonesia salah satunya dengan cara menanamkan atau memberikan pengertian tentang pentingnya pendidikan moral terutama kepada guru karena guru adalah peran utama dalam dunia pendidikan dengan pendidikan yang tinggi aja tidak cukup jika tidak ada moral yang tertera dalam hatinya karena masih banyak orang-orang yang berpendidikan tetapi tidak bermoral.

Bahkan Negarapun membutukan orang-orang yang bermoral dan berpendidikan unruk memajukan bangsa dan untuk mencapai tujuan Negara.

Oleh karena itu jangan hanya menanamkan pendidikan yang tinggi saja melainkan juga harus menanamkan moral dalam hatinya Karena orang yang berpendidikan belum tentu bermoral tetapi orang yang bermoral sudah pasti berpendidikan.

(Red/ Eva Ari Astuti  dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa )