MEMAKNAI PERAYAAN PERGANTIAN TAHUN DAN FENOMENA YANG TERJADI MENJELANG MALAM PERGANTIAN TAHUN BARU

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Tahun Baru adalah suatu perayaan dimana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Tidak terasa saat ini kita telah berada di penghujung tahun 2019 dan sebentar lagi akan memasuki tahun 2020. 

Waktu memang berjalan begitu cepat seperti roda yang terus berputar tanpa hentinya, jika kita tidak memanfaatkan waktu sebaik mungkin maka akan hilang kesempatan dan peluang berharga yang kita miliki.     

Pergantian malam tahun baru memang merupakan peristiwa yang biasa dan akan terus terjadi.

Tetapi bagi sebagian masyarakat mungkin malam pergantian tahun merupakan saat yang dinanti-nanti karena akan sangat menyenangkan dan membahagiakan, namun tidak semua masyarakat beranggapan seperti itu masih ada sebagian masyarakat yang memikirkan bagiamana kondisi pada tahun depan.

Karena mereka sadar bahwa sesuatu pasti akan berakhir maka lebih baik menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dari pada menghabiskan waktu dengan terbawa euforia hanya untuk menyambut tahun baru.

Dalam merayakan pergantian malam tahun baru biasanya masyarakat saat ini lebih condong mengikuti kebudayaan barat dengan melakukan konvoi dijalanan, membakar kembang api, meniup terompet dan berpesta pora bersama teman dan kerabat.

Sehingga hal ini bisa berdampak negative yaitu seperti terjadinya kecelakaan saat sedang berkonvoi, mabuk-mabukkan dan menggunakan narkoba. Seharusnya bisa diisi dengan hal-hal yang positif seperti berkumpul bersama keluarga dan hal lainnya. 

Ada hal positif lain yang dapat dilakukan yaitu dengan tradisi bakar-bakar ayam,ikan,jagung dan lain-lainnya ada juga caranya yaitu dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT yaitu seperti berkumpul di dalam masjid diisi dengan acara berdoa, berzikir, dan bertahlil serta bermuhasabah dan memanjatkan doa dalam menyambut tahun baru.

Hal ini sangat positif karena kita akan merasakan kebersamaan bersama keluarga, kerabat, dan teman dan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai renungan bahwa hidup didunia hanyalah sementara.

Dari pada harus menghabiskan uang hanya untuk membakar kembang api dan meniup terompet, karena Indonesia mayoritas masyarakatnya muslim harusnya kita lebih condong ke budaya timur dari pada ke budaya barat, tetapi kenapa masyarakat lebih begitu antusias dalam merayakan budaya yang seharusnya tidak sesuai dengan masyarakat kita.

Pergantian tahun bukanlah sesuatu yang dapat mengubah kehidupan suatu orang yang merayakannya dengan cara berlebihan.

Jadi jika kita tidak mengisi waktu dengan niat dan gebrakan baru,semangat baru dan melakukan hal positif untuk mencapai tujuan dan cita-cita,maka pergantian tahun tidak akan bermakna apa-apa bagi kita kecuali hanya sekedar berpesta-pora saja.  

Perayaan pergantian tahun dari tahun ke tahun pasti selalu dirayakan dengan semarak dan terlalu berlebihan.

Sebenarnya pergantian tahun bukanla suatu hal yang untuk dirayakan karena setiap bertambahnya tahun pastilah dunia semakin tua dan umur kita pun semakin berkurang.

Seharusnya kita sebagai orang beriman yang harus kita lakukan yaitu dengan cara bersyukur atas kenikmatan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita semua dan memikirkan bagaimana cara kita menghadapi tahun yang akan datang agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

(Red/Muhammad Fauzan Wahib,Nim: 2018015307,Status : Mahasiswa PGSD di Universitas Sarjana WiyataTaman Siswa Yogyakarta )