Meningkatkan Literasi Baca Di Sekolah Dasar

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Tingkat literasi baca di Indonesia sungguh sangatlah rendah. Berdasarkan uji literasi membaca berdasarkan data PISA 2015 tingkat literasi di Indonesia belum menunjukkan  peningkatan yang signifikan yaitu sebesar1 tingkat dari skor 396 di tahun 2012 menjadi 397 di tahun 2015.

Peningkatan tersebut mengangkat posisi Indonesia 6 peringkat ke atas (peringkat 62 dari 70 peserta) bila dibandingkan posisi peringkat kedua dari bawah pada tahun 2012 (OECD, 2015).

Meski terdapat peningkatan namun tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah. Rendahnya keterampilan  membaca membuktikan bahwa proses pendidikan di Indonesia belum mengembangkan kompetensi dan minat peserta didik terhadap membaca dan pengetahuan.

Maka kita harus mengatasi masalah literasi membaca yang rendah Indonesia khususnya di Sekolah Dasar secara lebih serius.Karena minat baca rendah merupakan masalah yang serius bagi bangsa Indonesia, dikarenakan dari membaca buku kita dapat mengetahui berbagai pengetahuan dan informasi serta juga melatih otak untuk berpikir kritis dan melahirkan masyarakat yang cerdas.

Untuk meningkatkan minat baca dan menumbuhkan kebiasaan membaca anak sekolah dasar kita dapat memulai dari lingkungan terdekat anak yaitu dimulai dari lingkungan keluarga.

Orang tua baiknya mengalokasikan waktu khusus untuk membaca secara terus menerus secara konsisten agar anak terbiasa untuk membaca. Selain itu, orangtua  menda,pingi dan mengarahkan dalam penggunaan teknologi gadget dengan lebih bijaksana agar dapat memberikan dampak positif mengenai peningkatan literasi membaca.

Bagi pemerintah, pemerataan perpustakaan daerah baiknya lebih ditingkatkan agar daerah terpencil dapat turut serta dalam peningkatan literasi membaca anak Indonesia demi kecerdasan bangsa pula.

Peran dari pendidik pun tidak luput. Pendidik baik di sekolah sebagai guru juga turut andil agar kebiasaan membaca sedari dini dapat tercipta.

Di sekolah guru dapat membuat budaya literasi dengan membuat program anak membaca 15 menit sebelum dimulai pejaran.

(Red/ Farah Dian Saffana dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar )