MENJADI GURU DI ERA GENERASI MILENIAL 

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA–Menjadi seorang guru SD dalam menghadapi siswa generasi milenial saat ini dinilai lebih kompleks. Tak hanya harus menguasai ilmu mata pelajaran, tetapi guru juga wajib melek tentang teknologi.

bahwa kaitan dengan generasi sekarang berawal dari generasi kertas pensil, generasi komputer, generasi internet, hingga generasi handphone pintar. Namun untuk saat ini lebih dikenal dengan sebutan generasi milenial.

“Generasi ini memiliki karakteristik suka memegang kendali, tidak mau terikat dengan jadwal pelajaran tambahan, lebih suka menggunakan teknologi untuk belajar, melakukan komunikasi di mana saja, tidak menyukai komunikasi satu arah, percaya diri dan pantang menyerah, kurang menyukai bacaan konvensional, dan mahir teknologi,”

Oleh sebab itu, tentunya karakteristik generasi milenial menjadi tantangan bagi guru generasi milenial yaitu harus melek teknologi digital. Seorang guru harus memanfaatkan teknologi sebagai sumber belajar dan komunikasi pembelajaran, melakukan pembelajaran yang relevan dengan peserta didik, menyenangkan dan penuh makna, serta harus menjadi role model yang memiliki kapasitas mumpuni.

“Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tapi guru bermutu bisa melahirkan ribuan orang hebat. Guru biasa itu memberitahu, guru baik itu menjelaskan, guru ulung itu memperagakan, dan guru hebat itu mampu mengilhami,” 

kualitas guru harus ditingkatkan salah satunya dengan kedisiplinan yang tinggi. Disiplin erat kaitannya dengan motivasi, dalam memotivasi akan mempengaruhi perilaku, sementara perilaku akan memberi warna seseorang yang berpengaruh dan akan menentukan tingkat kesadaran disiplin.

“Disiplin bukan semata-mata ditetapkan dalam upaya preventif untuk mencegah terjadinya pelanggaran, melainkan dalam upaya disiplin korektif dan upaya disiplin progresif yaitu untuk memperbaiki kearah kemajuan melalui perbaikan yang lebih baik. Begitu juga untuk mewujudkan pendidikan bermutu, tidak lepas dibutuhkan kedisiplinan dari semua pihak.

kunci suksesnya sebuah pekerjaan harus diawali dari kedisiplinan. Jika kedisiplinan melemah, maka dipastikan hasil pekerjaan yang dilakukan kurang memuaskan.

(Red/Penulis:  Muh Isnan Amin Rahmadani NIM 2018015172 Dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar)