Menumbuhkan Minat Baca Dengan Budaya Literasi

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTAmampuan literasi siswa di Indonesia masih sangat rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan yang lebih gemar bermain gadget daripada membaca buku atau bacaan yang lainnya.

Pemerintah berupaya menumbuhkan minat baca kepada masyarakat melalui gerakan literasi sekolah dan gerakan literasi bangsa, kegiatan tersebut bertujuan agar siswa dapat menjadi pembelajaran sepanjang hayat. 

Pembiasaan membaca buku ini dianggap dapat menumbuhkan minat baca serta meningkatkan ketrampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik.

Jika membiasakan diri untuk membaca sudah tertanam, selanjutnya adalah terbentuk karakter gemar membaca dan akhirnya memiliki budaya membaca yang baik.

Mereka yang tidak membudayakan membaca dan mudah bereaksi ketika mendapatkan berita atau info yang belum pasti mudah bereaksi tanpa mempertimbangkan sesuatunya adalah cerminan masyarakat yang belum memiliki literasi informasi dengan baik. Maka, dengan itu perlu pembiasaan membaca. 

Menginagt literasi merupakan dasar bagi seseorang untuk mmeperoleh pengetahuan, literasi itu sendiri tidak terpisahkan dari dunia pendidikan, ia merupakan faktor utama yang menjadi sarana dalam kegiatan belajar mengajar dan di dunia pendidikan.

Kegiatan literasi juga terkait dengan kehidupan sosial di lingkungan sekitar. Maka dari itu pembiasaan membaca sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup di berbagai bidang kehidupan. 

Namun dalam upaya pemerintah memberikan kesadaran akan pentingnya kebiasaan membaca ada beberapa hal yang menjadi kendala.

Seseorang yang memiliki kebiasaan membaca akan menjadi masyarakat yang kritis dan peduli, kritis yang dimaksud yaitu kritis terhadap berita yang diterima, mengetahui benar tidaknya berita tersebut sehingga akan bersikap dengan bijak dalam menerima berbagai informasi dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Kemampuan literasi di era teknologi informasi saat ini sangat dibutuhkan untuk membentuk generasi literasi yang baik, hal tersebut dibutuhkan agar generasi dapat memahami dan menyikapi berita atau informasi apa saja yang diterima dengan bijak.

Dengan kemampuan literasi yang baik maka generasi akan memiliki kemampuan untuk memilah berita-berita yang diterima dengan cerdas dan aman serta tidak cepat bereaksi dengan emosional terhadap berita yang diterima. 

(Red/ Nurul Avivah Sabrina dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa  )