Mutu Pendidikan

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Di era sekarang ini pendidikan berkembang sangat pesat.Mutu pendidikan merupakan hal yang harus di tingkatkan supaya pendidikan di Indonesia lebih maju dari negara-negara tetangga.Akan tetapi ada beberapa hal yang menghambat itu seperti belum semua daerah mendapatkan mutu pendidikan yang layak.

Karena kurangnya mutu pendidikan di daerah-daerah yang terpencil dan kurangnya jangkauan dari pihak pemerintahan.  Di zaman sekarang ini ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi mutu pendidikan yaitu:

  1. Perkembangan IPTEK

Sejalan dengan berkembangya arus globalisasi di negara kita, terutama dengan pesatnya peningkatan teknologi komunikasi yang membuat segala sesuatu harus dilakukan dengan cepat dan tepat.Perkembangan IPTEK sangat berpengaruh terhadap kualitas mutu pendidikan. 

Karena dengan adanya perkembangan IPTEK mutu pendidikan di Indonesia akan semakin maju.  Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum mengetahu tentang IPTEK sehingga mereka akan tertinggal dengan perkembangan zaman.  Selain itu, banyak pelajar yang salah dalam menggunakan IPTEK. 

Biasanya mereka menggunakan IPTEK bukan untuk mencari tambahan ilmu atau hal-hal yang positif tetapi mereka malah menggunakan IPTEK untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti bermain game.

Oleh karena itu, seorang pelajar harus menggunakan perkembangan IPTEK dengan bijak agar kualitas mutu pendidikan di Indonesia menigkat.  Sehingga tidak tetinggal dari negara-negara tetangga. 

Hubungan antara perkembangan IPTEK dengan mutu pendidikan itu sangat erat.Karena jika perkembangan IPTEK itu berdampak negatif maka mutu pendidikan di Indonesia akan menurun. Untuk mencegah hal itu maka pemerintah harus memberikan fasilitas-fasilitas yang digunakan dalam dunia pendidikan agar anak-anak di Indonesia memahami tetang IPTEK. 

Seperti pemberian,komputer,laboratorium, dll.Khususnya pemerintah memberikan fasilitas-fasilistas itu di daerah-daerah yang terpencil supaya anak-anak di daerah itu tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.  Dengan begitu maka pendidikan di Indonesia akan merata dan mutu pendidikannya akan meningkat sehingga dapat bersaing dengan negara-negara maju.

  • Kurikulum

Ketika mengalami pergantian menteri maka kurikulum pendidikan akan selalu berganti.  Seperti yang telah terjadi beberapa tahun lalu kurikulum 2006 digantikan dengan kurikulum 2013.  Kemudian kurikulum 2013 ada perubahan lagi menjadi kurikulum 2013 revisi. 

Hal tersebut membuat para pelajar menjadi bingung dengan materi yang mereka terima dari guru. Selain itu hal tersebut dapat menurunkan mutu pendidikan karena ada beberapa siswa yang tidak suka dengan perubahan kurikulum tersebut. 

Oleh karena itu, pemerintah harus mamantau terlebih dahulu terhadap pelajar-pelajar apakah ada perubahan tidak. 

Jika beberapa tahun tidak terdapat perubahan maka pemerintah berhak untuk mengubah kurikulum pendidikan agar pendidikan di Indonesia lebih maju. 

Jadi sebaiknya pemerintah tidak lansung menyetujui pergantian kurikulum ketika mengalami pergantian menteri. 

Karena kurikulum adalah patokan utama ketika guru akan memberika suatu materi kepada siswanya.  Selain itu, kurikulum juga merupakan penentu dari keberhasilan pelajar di Indonesia.

  • Sarana dan prasarana yang tidak merata

Dalam permasalah di dunia pendidikan yang sering disinggung adalah tentang masalah sarana dan prasaran yang tidak merata.   Permasalah ini sering terjadi khususnya di daerah-daerah yang terpencil atau kurang terjangkau dengan pemerintahan. 

Contohnya seperti sekolah-sekolah di daerah terpencil fasilitasnya kurang memadahi seperti kurannya laboratorium, perpustakaan, dan kurannya fasilitas komputer. 

Sebenarnya pemerintah telah mengeluarkan dana yang besar untuk meningkatkan mutu pendidikan. 

Akan tetapi dana tersebut kadang tidak sampai ke sekolah-sekolah yang membutuhkan, melainkan dana tersebut di ambil oleh koruptor-koruptor yang merajalela di negara ini. 

Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut sebaiknya pemerintah turun tangan langsung ke lapangan untuk melihat apakah dana yang diberikan digunakan dengan baik apa tidak. 

Khusunya pemerintah lebih memperhatikan pendidikan di daerah-daerah terpencil yang kurangnya sarana dan prasarana untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.Karena sarana dan prasarana merupakan faktor utama dalam pembentukan mutu pendidikan yang lebih baik. 

Jika pemerintah telah memberikan sarana dan prasarana yang memadahi maka semua warga sekolah harus menjaga barang tersebut dan digunakan dengan baik. 

Supaya barang tersebut tidak cepat rusak dan menimbulkan permasalah lagi seperti kurannya sarana yang telah diberikan.  Maka seorang guru harus mengajarkan kepada siswanya untuk menjaga barang-barang yang telah diberikan oleh pemerintah.

  • Kualitas guru

Seiring perkembangan zaman kualitas guru juga mempengaruhi mutu pendidikan. 

Sekarang ini untuk menjadi seorang guru harus memiliki kualitas yang baik tidak hanya ilmu saja yang mereka miliki tetapi mereka juga harus memili karakter yang baik supaya anak didiknya nanti bisa mencontoh perilakunya.Untuk menjadi guru yang profesional harus memiliki pendidikan profesi guru. 

Tetapi pendidika ini sering salah diartikan seperti mereka ingin memiliki pendidikan profesi guru agar gaji merekan nanti tinggi bukan untuk memberikan ilmu kepada anak didiknya dengan ikhlas malah mementingkan besar uang yang merekan dapatkan. 

Selain itu, jika seorang guru tidak memiliki karakter yang baik maka dia akan bertindak asusila kepada anak didiknya. 

Oleh karena itu, untuk menjadi guru pemerintah harus memberikan beberapa tes, bukan hanya tes akademik tetapi juga tes tentang karakternya atau perilakunya.Dengan seperti ini maka guru akan memberikan materi kepada siswanya dengan ikhlas dan mutu pendidikan di Indonesia akan lebih maju.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia maka pemerintah harus memperbaiki empat faktor tersebut.  Selain itu, untu meningkatkan mutu pendidikan pemerintah, guru, dan masyarakat sekitar harus saling mendukung majunya pendidikan di Indonesia. 

Sehingga meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Indonesia adalah hal yang diinginkan oleh semua pihak.  Dengan adanya hubungan yang positif maka cita-cita pendidikan di Indonesia akan tercapai.

(Red/Karya:  Dela Fitri Puspita Sari )