Pengaruh Buruk Playstation Terhadap Anak SD

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Playstation (PS) yaitu salah satu media teknologi yang bergerak dibidang permainan (game), media ini adalah bentuk dari perubahan game yang sebelumnya, yaitu Nitendo.

Playstation merupakan rangkaian sistem yang dapat menampilkan gambar, suara, gerak yang keluar jika dihubungkan dengan televisi melalui kabel penghubung.

Playstation juga merupakan salah satu sarana anak-anak maupun pelajar untuk menghilangkan kejenuhan, permainan ini merupakan permainan berbasis program komputer yang memberikan jenis permainan baru yang sangat disukai anak-anak.

Permainan ini disukai karena banyak menawarkan beraneka ragam tema, gambar, serta efek suara menarik.Anak dapat memainkan permainan sepak bola, balap mobil, balap motor, permainan, detektif, penelusuran hutan rimba dan beraneka ragam tema lainnya.

Tanpa disadari Playstation dapat membawa pengaruh negatif bagi anak

Dampak negatif

  • Dapat membuat anak menjadi bermalas-malasan dan tidak mau belajar.
  • Pengaruh permainan yang ekstrim dapat membuat anak mengikuti perbuatan tersebut. Misalnya pada permainan balap motor, balap mobil, smack down ataupun pertarungan.
  • Membuat anak menjadi kecanduan
  • Dapat mengurangi minat belajar
  • Anak yang sudah kecanduan pada Playstation akan cenderung mengganggu pendidikannya. Kecanduan yang terjadi pada anak disebabkan oleh rasa penasaran terhadap permainan tersebut sehingga anak selalu ingin memainkannya

Playstation dapat membuat anak malas untuk belajar dan bahkan sampai berani tidak masuk sekolah atau bolos sekolah. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar tetapi digunakan untuk bermain Playstation berjam-jam sehingga waktu terbuang sia-sia. Untuk memenuhi hasratnya terhadap permainan tersebut anak berani bolos sekolah.

Kecanduan pada Playstation akan berakibat pada prestasi belajar dan masa depan anak yang buruk karena tidak lagi mementingkan atau acuh pada pendidikannya.

Di era globalisasi ini tidak dapat dipungkiri betapa sulitnya menjauhkan kehidupan dari teknologi. Untuk mengatasi masalah tersebut butuh kesadaran akan dampak negatif dari Playstation.

Untuk mengisi waktu luang dapat dengan melakukan hal yang disukai dan bermanfaat seperti berolahraga, membaca buku, dan lain-lain sehingga tidak ada waktu untuk bermain Playstation.

Mengurangi sedikit demi sedikit waktu yang digunakan untuk bermain Playstation. Peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk mengawasi atau mengkontrol kegiatan yang dilakukan anak sehingga kesehatan dan pendidikan anak tidak terganggu. *

(Red/ Danu Indra Ismawan mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )