PENGARUH KDRT KEPADA PSIKIS ANAK DIBAWAH UMUR

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-KDRT adalah kekerasan dalam rumah tangga. Pada kesempatan ini saya akan menceritakan kejadian KDRT yang sering saya lihat(bukan terjadi pada diri saya).  Disuatu hari terdapat sepasang suami istri dann satu anak perempuannya. Anaknya masih sekolah SD.

Pada suatu hari,terjadi pertengkaran heboh yang mengakibatkan istri tersebut ingin bunuh diri karena merasa tidak sanggup untuk bersama lagi,tetapi ssuaminya tersebut melarang untuk istrinya pergi. Pada suatu ketika dirumah terdapat 3 orang yang terdiri dari Bapak,Ibu,Anak.

Bapak dan Ibu masih saja bertengkar didepan anaknya yang masih belum cukup umur untuk mengerti arti sebuah pertengkaran yang hebat(KDRT).

Bapak yang terus menghajar ibunya sampai babak belur sampai bibirnya mengeluarkan darah karena hantaman tangan dari seorang suami kepada istri. Kemudian sang anak hanya bisa mengis minta tolong dan hanya diam jongkok ditepi dinding melihat ibunya dianiaya oleh bapaknya. 

Kemudian setelah ibu dan anak tersebut minta tolong karena sudah tidak kuasa menghadapi sikap yang dilakukan oleh suaminya tersebut,kemudian beberapa tetangga datang karena merasa kasian kepada anaknya tersebut karena masih dibawah umur dan pasti psikisnya akan terganggu.

Ternyata setelah dicari permasalahan yang terjadi sehingga membuat pertengkaran tersebut adalah istri/ibu ketahuan selingkuh dengan teman rekan kerja pabrik. Itu yang membuat bapak/suami murka marah yang sampai titik puncak.

Dan setelah kejadian terebut,benar adanya apabila KDRT itu bisa mengganggu psikis anak. Disekolah anak tersebut sering diam melamundan tidak mau bergabung main dengan teman seusianya. 

Dia hanya diam dan merunduk dikelas. Seringkali apabila dirumah dia tidak mau berangkat sekolah karena takut ibunya akan dihajar bahkan sempat berfikiran takut ibunya akan dibuh oleh bapaknya sendiri.  Mungkin akan berpengaruh juga terhadap emosi anak nantinya.

Melihat kejadian yang dilakukan dirumah tersebut anak akan merasa takut untuk berkeluarga atau bahkan akan membenci bapaknya,atau bisa juga berani kepada bapaknya. padahal bagaimanapun keadaannya itu adalah bapak yang harus juga dihormati. 

Maka dari itu sebaikanya apabila menyelesaiakan masalah keluarga janganlah didepan anak,apabila anak masih dibaah umur dan belum bisa menyelesaikan masalah. Karena kasian kalau sampai psikis anak terganggu itu akan sangat merugika diri sediri dan keluarga nantinya.

Anak akan tempramental,akan menjadi pembenci,akan takut untuk berkeluarga misalnya. Apabila anak yang masih SD yang dihadapkan persoalan tersebut. Untuk itu hindari KDRT terhadapat anak dan sanyangilah anak,karena anak adalah penerus bangsa ini yang harus kita jaga
(Red/  Anggita Rizki Sudrajad Putri dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Prodi PGSD. )