PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan saat ini. Dengan adanya pendidikan kita akan merasakan berbagai manfaat.

Salah satu manfaat dari pendidikan yaitu menyelaraskan kehidupan, memberikan informasi dan pemahaman, menciptakan generasi penerus bangsa, mencegah terbentuknya generasi yang “bodoh”, mencegah terjadinya tindak kejahatan, mengajarkan fungsi sosial dalam masyarakat, meningkatkan produktivitas, membentuk karakter bangsa, memperbaiki cara berpikir individu, serta meningkatkan taraf hidup manusia.

Selain beberapa manfaat pendidikan yang disebutkan diatas pendidikan juga berfungsi untuk mencerdaskan anak bangsa serta memanusiakan manusia. 

Pendidikan sangat diperlukan pada era sekarang ini karena dengan pendidikan akan memajukan negara ini.

Berbicara tentang pendidikan ini dalam UUD pasal 31 ayat 1 dan 2 sudah jelas yaitu bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, negara juga memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD negara. 

Yang tidak kalah pentingnya dari Pendidikan di Indonesia ini yaitu Pendidikan karakter.

Pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Pendidikan karakter (character education) sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik. 

Selain itu, pengertian pendidikan karakter menurut para ahli yaitu sebagai berikut: T. Ramli menyatakan bahwa pengertian pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik.

Sedangkan menurut Thomas Lickona pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai etika yang inti.

Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan dalam pendidikan di Indonesia. Karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi dari setiap orang.

Pendidikan karakter di Indonesia semakin lama semakin tergerus oleh kemajuan zaman. Seperti tata krama dengan yang lebih tua.

Contoh kokrit yang ada seperti adik kelas yang hormat dengan kakak kelasnya begitu juga sebaliknya kakak kelas yang memiliki rasa sayang terhadap adik kelasnya.

Bukan yang takut terhadap yang lebih tua, tetapi rasa hormatlah yang harus ditanamkan dalam pendidikan karakter di beberapa sekolah di Indonesia.

Selain itu, pendidikan karakter di Indonesia yang hampir punah yaitu kurangnya rasa hormat siswa terhadap guru. Hal ini adalah contoh yang ada pada kehidupan sekolah sehari-hari. 

Akan tetapi banyak juga sekolah yang sangat mementingkan pendidikan karakter ini, seperti penerapan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) dalam lingkungan sekolah, menggunakan Bahasa Krama pada hari-hari tertentu di beberapa sekolah yang ada di Jawa Khususnya di D.I. Yogyakarta.

Karena Bahasa Krama sendiri ada tingkatan Bahasa yang digunakannya. Bahasa Krama sangat mementingkan lawan bicaranya , seperti orang tua dengan orang tua, murid dengan guru, guru dengan murid sangatlah berbeda bahasanya. Sehingga pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dan akhlak. 

 Proses pendidikan di sekolah masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya daripada psikomotoriknya, masih banyak guru-guru di setiap sekolah yang hanya asal mengajar saja agar terlihat formalitasnya, tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik yang harus dilakukan.

Sehingga target pencapaian dalam pendidikan di Indonesia sangat sulit untuk tercapai. Dalam pendidikan sebenarnya tidak hanya untuk mencari ijazah hingga gelar sarjana saja. Yang lebih penting dari itu adalah etika atau karakter yang ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat. 

Dalam beberapa sekolah di Indonesia sudah banyak yang menerapkan berbagai mata pelajaran khusus untuk menciptakan pendidikan karakter ini.

Salah satu mata pelajaran yang digunakan untuk pendidikan karakter yaitu mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Pramuka. Selain kita dituntut untuk menjadi manusia yang berpendidikan kita juga harus menjadi manusia yang beretika dan bermoral baik.

Pada era saat ini banyak sekali kasus-kasus yang terjadi di Indonesia yang diluar nalar. Salah satunya yaitu pembunuhan yang dilakukan oleh siswa SMA di Kabupaten Bantul D.I.Yogyakarta yang membunuh gurunya sendiri lantaran cinta ditolak oleh guru tersebut.

Pelaku menyelinap ke kamar gurunya untuk melancarkan aksinya. Hingga akhirnya korban mengalami pendarahan hebat akibat tusukan tersebut. Siswa tersebut yang menaruh rasa terhadap guru itu harus mengalami penolakan. Rasa cinta tersebut membuat siswa SMA buta arah hingga nekat menusuk gurunya sendiri. 

Melihat dari kasus diatas sangatlah jelas bahwa pendidikan karakter di Indonesia sangatlah kurang . Begitu juga penanaman moral dan akhlak yang belum tepat sasaran dalam pemikiran peserta didik.

Seharusnya, selain pendidikan akademik nya yang bagus juga diikuti dengan pendidikan karakternya yang bagus pula.

Bukan menjadikan sekolah yang hanya mementingkan akademiknya saja dan tujuan akhir berupa ijazah yang didapatkan pada akhir pendidikannya.

Moral dan akhlak lah yang lebih penting dari itu semua, sehingga pendidikan akademik, moral dan akhlak harus sama porsinya. Jangan ada ketimpan dari ketiganya. Sehingga akan memajukan negara Indonesia menjadi negara yang berpendidikan dan bermoral. 

DAFTAR PUSTAKA

Salis, M. (2019, November 22). Siswa Tusuk Guru Gara-gara Cinta Ditolak: Menyelinap ke Kamar hingga Korban Alami Pendarahan Hebat. (P. R. Widyastuti, Editor) Retrieved December 04, 2019, from www.tribunnews.com: https://www.tribunnews.com

Saputra, D. (2015, July 8). 20 Manfaat Pendidikan bagi Masyarakat. Retrieved December 04, 2019, from manfaat.co.id: https://manfaat.co.id/manfaat-pendidikan

(Red/ Putri Alwiyah dari UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA )