Peran Dalam Menghadapi Karakter Siswa

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Sekolah merupakan tempat bagi setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan masa depan. Apabila tidak adanya sekolah, maka kualitas pendidikan masyarakat yang ada di Indonesia jadi terganggu.

Tapi siapa sangka sekolah adalah tempat yang mengajarkan karakter siswa yang positif. Di balik itu semua pastinya terdapat siswa yang berperilaku baik dan buruk sehingga mempengaruhi siswa-siswa yang lain.

Sekolah sudah seharusnya mengajarkan perilaku positif dan permasalahannya adalah mengubah perilaku positif siswa sehingga tidak terjerumus kedalam kehidupan yang tidak baik.

Teman disekolah merupakan orang yang mau mengerti keinginan kita, yang mau mendengarakan kita, dan sebagai teman belajar.

Tak bisa dipungkiri bahwa disekolah selain teman baik pasti ada juga teman yang mempunyai karakter yang tidak baik.

Seperti yang terjadi pada masa sekarang ini banyak siswa yang terjerumus kedalam hal negatif seperti pergaulan bebas yang tidak sesuai moral serta menentang norma-norma yang ada.

Seperti yang telah diketahui bahwa pergaulan siswa pada era sekarang ini banyak perilaku menyimpang.

Secara garis besar, perilaku menyimpang adalah tindakan yang dilakukan bertentangan dengan nilai-nilai,norma-norma, aturan, dan hukum yang berlaku di suatu sistem sosial kemasyarakatan.

Kini pemyimpangan sosial di sekolah telah menyebar dari institusi pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Para pelakunya tidak hanya oleh pelajar laki-laki tetapi ada pula oleh pelajar perempuan.

Di era teknologi yangserba begitu cepat, suatu tindak kenakalan remaja akan cepat tersebar melalui media sosial dan kenakalan remaja yang dilakukan sering kali sudah menjurus pada tindakan kejahatan yang merusak moral pelajar.

Diambil dari kejadian nyata pada era sekarang ini yang mengakibatkan siswa putus sekolah seperti contoh melakukan tindakan asusila, pencurian, tawuran hingga perilaku seks menyimpang. Kejadian tersebut sudah tidak wajar lagi dan harus ditindak lanjuti agar generasi kedepannya lebih baik lagi.

Moral bagi seorang siswa sangatlah penting dalam menjalin hubungan sosial dengan orang lain seperti dengan keluarga, teman sebaya, dan juga guru. Moral yang baik akan memberikan dampak positif terhadap kehidupan, sedangkan moral yang kurang baik akan memberikan dampak yang buruk dalam kehidupan seperti mengakibatkan interaksi yang tidak harmonis dalam masyarakat yang akhirnya memunculkan kegelisahan sosial.

Pendidikan moral merupakan hal yang penting dalam institusi pendidikan karena berperan dan bertanggung jawab untuk menanamkan moral kepada peserta didik.

Sekolah secara umum mempunyai peran dalam membentuk karakter siswa. Seorang pendidik di sekolah menjadi agen kedua setelah orang tua dalam proses pendidikan supaya menjadi insan terpelajar yang memiliki budi pekerti luhur dan dapat menyelaraskan ilmu pengetahuan dan agama yang diajarkan disekolah. Apabila siswa salah wajib dibenarkan, apabila sudah benar harus tetap didukung dan selalu diawasi. Pengawasan orang tua atau guru sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Hal ini menjadi tantangan bagi seorang guru dalam memberikan ajaran dan akhlak yang positif supaya siswa tersebut tidak salah pergaulan.

Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan pemerintahan, maka pendidikan mulai SD sampai Universitas harus terlaksana dengan baik. Pada intinya pendidikan itu bertujuan untuk membentuk karakter siswa .

Panggilan hidup sebagai guru dipenuhi untuk menghayati panggilan jiwanya akan sukses dalam melaksanakan tugas panggilannya.

Guru merupakan pihak dari pemerintah yang bertugas untuk membentuk karakter anak didik, terutama selama proses pendidikan di sekolah.

Kemudian orang tua sekaligus sebagai anggota masyarakat memilik waktu yang lebih banyak dalam membina karakter anaknya.Keberhasilan pembentukan karakter anak didik di sekolah, apalagi murid dan guru berasak dari budaya local yang sama.

Guru yang mengenal lebih dalam budaya local anak didiknya akan lebih lancar dan lebih berhasil dalam pembentukan karakter anak didiknya dibandingkan dengan guru yang kurang mengenal atau kurang memahami budaya local anak didiknya.

Merupakan tugas yang ditugaskan dimasyarakat yang budayanya berbeda dengan udaya guru yang bersangkutan.

Peran guru yang seharusnya dilakukan oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya adalah sebagai informator atau mengajar, sebagai organisator, sebagai motivator peserta didik, sebagai pengaruh baik terhadap peserta didik, sebagai inisiator atau pencetus ide-ide dalam proses mengajar, sebagai transmitter yaitu bertindak secara sabar bijaksana dalam mendidik, sebagai fasilitator untuk kemudahan dalam belajar, sebagai mediator atau penengah dalam kegiatan siswa, dan sebagai evaluator dalam memberi penilaian kepada siswa.

Sebagai pendidik peran dalam menghadapi karakter siswa seharusnya memperhatikan kondisi dan perkembangan kesehatan fisik dan mental siswa, membantu mengembangkan sifat positif pada diri siswa seperti rasa percaya diri dan menghormati, memperbaiki kondisi dan terus menerus memberikan motivasi pada siswa dan memberikan rangsangan belajar sebanyak mungkin. Solusi tersebut harus dilakukan secara nyata untuk mengembangkan dan menghadapi karakter siswa yang berbeda-beda.

(Red/ Andriyanto dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan )