Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Bogor Now

KORANBOGOR./com,YOGYAKARTA-Maulid Nabi adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW.  Maulid Nabi diperingati pada saat sudah memasuki bulan Hijriyah biasanya dilakukan tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal.

Peringatan Maulid Nabi di daerah saya di desa Kedunglo, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, itu dengan Khotmil Al-Qur’an. 

Pada saat acara Khotmil Al-Qur’an biasanya ada arak-arakan (kuda jingkrak) terlebih dahulu.

Anak-anak yang mengikuti khotmil Al-Qur’an terlebih dahulu naik kuda yang juga diramaikan dengan alat musik drumband, jedor, dan alat musik angklung.

Persiapan yang perlu dilakukan dalam peringatan Maulid Nabi yaitu membuat masakan atau hidangan yang akan disajikan pada saat hari-H acara arak-arakan. Biasanya keluarga dari anak yang mengikuti khotmil qur’an akan lebih banyak yang dilakukannya.

Karena harus membuat hidangan untuk orang yang ikut jalan pada saat arak-arakan.Dan membuat besek yang isinya ada ayam, telur, nasi, sayuran, pisang, kering, dan masih banyak makanan yang lainnya. 

Sedangkan untuk keluarga yang anaknya tidak ikut khotmil Al-Qur’an juga wajib membuat 2 besek yang harus disetorkan dimasjid untuk dibagikan kepada orang-orang yang mengikuti pengajian Khotmil Al-Qur’an tersebut.

Susunan acara yang ada pada saat Khotmil al-qur’an sebagai berikut:

  1. Melakukan do’a bersama terlebih dahulu sebelum acara arak-arakan dimulai. 
  2. Peserta khotmil al-qur’an melakukan arak-arakan (kuda jingkrak). 
  3. Peserta melakukan pembacaan Al-Qur’an juz 30 dan Do’a secara bergantian. 
  4. Dilakukan pengajian. 
  5. Penutupan dengan do’a dan pembagian besek. 

Suasana saat memperingati Maulid Nabi dengan acara arak-arakan sangat ramai, banyak warga yang antusias ingin melihat arak-arakan tersebut. Setiap perjalanan yang dilalui oleh rombangan arak-arakan akan macet karena semua orang berada disitu. 

Jedor,Drumband,Angklung juga ikut meramaikan acara arak-arakan tersebut. Pada saat acara arak-arakan berlangsung biasanya selalu ada gagarmayang yang menjadi ikon kalau ada arak-arakan dan menjadi rebutan setiap orang yang menonton acara tersebut.

Arak-arakan dilakukan dengan menaiki kuda jingkrak berjalan dari masjid di desaku sampai di desa tetangga. Biasanya jalur arak-arakan sampai daerah Karangduwur.

Waktu tempuhnya lumayan jauh karena arak-arakan dilakukan dengan berjalan kaki. Biasanya acara arak-arakan tersebut dimulai pada jam 10 sampai jam 13.00 siang.

Kuda jingkrak selalu dimainkan pada saat berada dikerumunan orang banyak. Acara arak-arakan selalu ramai dan selalu ditunggu setiap tahunnya oleh warga sekitar desaku.

Kesimpulan dari acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah supaya kita selalu mengingat hari lahir Nabi Muhammad SAW. Dalam peringatan ini kita juga diajarkan untuk saling berbagi, dan saling menjaga silaturahmi.

Peringatan Maulid Nabi sudah menjadi budaya yang turun menurun yang harus tetap kita jaga dan lestarikan seterusnya.Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW juga untuk meneladani sikap-sikap Nabi Muhammad SAW. Dan menjadikannya sebagai panutan dalam menjalani kehidupan kita saat ini. 

(Red/ Fitri Annisa Usa’adah prodi PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )