PERMASALAHAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan di indonesia menjadi sulit bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan.Mayoritas penduduk indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan mengakibatkanterbengkalainya mereka dalam hal pendidikan.

Selain kemauan mereka yang tidak pernah tumbuh dan sadar akan pendidikan, faktor ekonomi menjadi alasan utama mereka untuk tidak menyentuh dunia pendidikan.

Pemerintah sudah merencanakan pendidikan gratis dan bahkan pendidikan wajib 12 tahun, akan tetapi biaya-biaya lain yang harus di tangguh oleh para siswa tidaklah gratis.

Biaya untuk perjalanan ke sekolah,membeli buku,seragam,dan peralatan sekolah lainya tidak murah. Mereka harus memikirkan biaya lain selain biaya pendidikan yang bahkan lebih mahal di badingkan biaya pendidikan itu sendiri.

Selain itu, biaya hidup yang semakin meninggi membuat masyarakat lebih memilih untuk bekerja mencari nafkah di banding harus melanjutkan pendidikan. 

pendidikan juga merupakan masalah bangsa yang belum dapat ditentukan solusinya. Biaya untuk kesehatan dan pendidikan semakin mahal, untuk menjadikan Negara kita sebagai Negara maju, berhasil ditentukan generasi penerus yang sehat berwawasan luas. Pendidikan sebagai salah satu elemen yang sangat penting dalam mencetak generasi penerus bangsa juga masih jauh dari yang diharapkan.

Masalah disana-sini masih sering terjadi. Namun yang paling jelas adalah masalah mahalnya biaya pendidikan sehingga tidak terjangkau bagi masyarakat dikalangan bawah.

Seharusnya pendidikan merupakan hak seluruh rakyat Indonesia seperti yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi salah satu tujuan Negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ini mempunyai konsekuensi bahwa Negara harus menyelenggarakan dan memfasilitasi seluruh rakyat Indonesia untuk memperoleh pengajaran dan pendidikan yang layak.

Maka tentu saja Negara dalam hal ini Pemerintah harus mengusahakan agar pendidikan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan merupakan faktor kebutuhan yang paling utama dalam kehidupan.

Biaya pendidikan sekarang ini tidak murah lagi karena dilihat dari penghasilan rakyat Indonesia setiap harinya.

Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya pendidikan di perguruan tinggi melainkan juga biaya pendidikan di sekolah dasar sampai sekolah menengah keatas walaupun sekarang ini sekolah sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semuanya masih belum mencukupi biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Pendidikan di Indonesia masih merupakan investasi yang mahal sehingga diperlukan perencanaan keuangan serta disiapkan dana pendidikan sejak dini. 

Masalah mahalnya biaya pendidikan di Indonesia sudah menjadi rahasia umum bagi kita. Sebenarnya harga pendidikan di Indonesia relative lebih randah jika kita bandingkan dengan Negara lain yang tidak mengambil sitem free cost education. Namun mengapa kita menganggap pendidikan di Indonesia cukup mahal? Hal itu tidak kami kemukakan di sini jika penghasilan rakyat Indonesia cukup tinggi dan sepadan untuk biaya pendidiakan.

Jika kita berbicara tentang biaya pendidikan, kita tidak hanya berbicara tenang biaya sekolah, training, kursus atau lembaga pendidikan formal atau informal lain yang dipilih, namun kita juga berbicara tentang properti pendukung seperti buku, dan berbicara tentang biaya transportasi yang ditempuh untuk dapat sampai ke lembaga pengajaran yang kita pilih.

Di sekolah dasar negeri, memang benar jika sudah diberlakukan pembebasan biaya pengajaran, nemun peserta didik tidak hanya itu saja, kebutuhan lainnya adalah buku teks pengajaran, alat tulis, seragam dan lain sebagainya yang ketika kami survey, hal itu diwajibkan oleh pendidik yang bersangkutan.

Yang mengejutkanya lagi, ada pendidik yang mewajibkan les kepada peserta didiknya, yang tentu dengan bayaran untuk pendidik tersebut.

B.Solusi Mahalnya Biaya Pendidikan

Besar kecilnya subsidi pemerintah inilah yang membuat mahal atau murahnya biaya pendidikan yang harus dibayarkan oleh orang tua atau masyarakat. Kalau kita ingin biaya pendidikan tidak mahal maka subsidi pemerintah harus besar. Usaha untuk menjadikan pendidikan tidak mahal untuk “dikonsumsi” orang tua dan masyarakat sebenarnya sudah dilaksanakan pemerintah, baik dengan meningkatkan subsidi maupun membangkitkan partisipasi masyarakat.

Dari berbagai masalah yang diungkap diatas maka harus ada solusi bagaimana agar pendidikan dapat berjalan dengan baik ,terjangkau oleh masyarakat dan tetap sebanding dengan mutu pendidikan yang diperoleh oleh masyarakat.

Karena hak mendapatkan fasilitas biaya pendidikan murah (gratis) merupakan hak masyarakat sebagai pembayar pajak.

Pertama diperlukan kejujuran dan rencana yang strategis dari jajaran birokrasi pendidikan,untuk mengimplementasikan anggaran pendidikan pada program pembiayaan pendidikan Gratis (Murah) bagi masyarakat.

Kedua,dalam sekolah (dunia pendidikan)harus dibersihkan dari berbagai biaya pungutan, seperti biaya LKS,biaya seragam,biaya uang gedung,biaya ektrakulikuler,dll.

Oleh karena itu harusnya,program pemberantasan korupsi harus bisa menyentuh dunia pendidikan terutama disekolah-sekolah.

Ketiga, kebijakan dari bidang pendidikan yang menyepakati program kapasitasi pendidikan harus diberhentikan/dihapus.

Selanjutnya untuk mengatasi anggapan masyarakat yang menganggap bahwa mahalnya biaya pendidikan karena adanya praktik korupsi yang dilakukan pejabat dan birokrasi sekolah solusi yang kiranya perlu dilakukan oleh sekolah adalah di setiap akhir tahun sekolah perlu menyampaikan laporan tentang keuangan kepada wali murid (orang tua siswa) baik uang masuk maupun pengeluaran uang sekolah.

Dalam penyampaian laporan perlu  disertai bukti atau kwitansi yang jelas (sah),sehingga wali murid (orang tua siswa) dapat percaya bahwa tidak ada penyelewengan dana.

(Red/ Meliana Safitri dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa )