PROBLEMATIKA TENAGA PENGAJAR DI INDONESIA 

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Sekarang jumlah guru, khususnya di daerah pedesaan, sangat minim. Kalau bukan guru yang ada dimanfaatkan, mau siapa lagi? Guru honorer pun belum bisa menutupi kekurangan jumlah guru di banyak sekolah.

Pertama, ketidaksesuaian disiplin ilmu dengan bidang ajar.Masih banyak guru di sekolah yang mengajar mata pelajaran yang bukan bidang studi yang dipelajarinya.Hal ini terjadi karena persoalan kurangnya guru pada bidang studi tertentu.

Kedua, kualifikasi guru yang belum setara sarjana. Konsekuensinya, standar keilmuan yang dimiliki guru menjadi tidak memadai untuk mengajarkan bidang studi yang menjadi tugasnya.Bahkan tidak sedikit guru yang sarjana, namun tidak berlatar belakang sarjana pendidikan sehingga “bermasalah” dalam aspek pedagogik.

Ketiga, program peningkatan keprofesian berkelanjutan (PKB) guru yang rendah. Masih banyak guru yang “tidak mau” mengembangkan diri untuk menambah pengetahuan dan kompetensinya dalam mengajar.

Guru tidak mau menulis, tidak membuat publikasi ilmiah, atau tidak inovatif dalam kegiatan belajar. Guru merasa hanya cukup mengajar.

Kurangnya guru pada mata pelajaran tertentu sehingga memaksakan kesediaan guru yang ada untuk mengajar beberapa mata pelajaran.

Guru yang mengajar bukan pada bidangnya sering terjadi sehingga mereka mengajar dengan ilmu yang seadanya dan tidak kompatibel.

Pada saat ini banyak terjadi permasalahan pendidikan mengenai banyaknya guru yang mengajar tidak pada bidangnya, di SMA khususnya misal Guru sarjana bahasa Jawa akan tetapi mengajar di bidang sosiologi, sering kali Guru menganggap remeh hal itu,walaupun para guru yang tidak sesuai bidangnya itu mampu,akan tetapi akan lebih baik jika Guru mengajar itu sesuai pada bidangnya,Guru yang mengajar tidak sesuai pada bidangnya tersebut dapat membuat bingung para muridnya,selain membuat bingung para muridnya,materi yang disampaikan juga tidak merinci, atau sebatas konsep-konsepnya saja.

Guru juga dinilai tidak profesional dalam mengajar.Hal yang menyebabkan itu terjadi karena banyaknya guru yang menyepelekan mata pelajaran yang di ajarkan tadi,selain itu juga dari pihak sekolah,kekurangan tenaga kerja pada bidang mata pelajaran tadi.

Solusi yang dapat ditawarkan dari permasalahan tersebut adalah seharusnya pihak sekolah dapat membuka lowongan atau perekrutan guru yang sesuai pada bidangnya.dari pihak sekolah juga harus memberikan pelatihan pendidikan sesuai mata pelajaran tadi, agar guru lebih faham dan matang terhadap mata pelajaran yang diajarkan tadi.

Selain itu ada solusi lain yaitu guru tersebut dianjurkan untuk melanjutkan pendidikan lagi yang sesuai mata pelajaran yang diajarkan.

(Red/ Rahmah Kurniawati Putriyanta dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. )