Provinsi Bogor Raya,Bima lagi Ngelindur

Bogor Now

KORANBOGOR.com,BOGOR=Wacana yang dibangun Walikota Bogor Bima Arya, pembentukan provinsi baru Bogor Raya, sepertinya Bima Arya tengah “ngelindur”.

Selain belum  ada, dalam bentuk kajian secara tehnis atau di dialogkan dengan pihak terkait. Pendapat tersebut, jadi  kurang bermakna. Terlihat jelas seperti  ada sesuatu jelang peristiwa akbar bulan Oktober. 

“Kayaknya pak wali tengah melirik, agar mendapat perhatian dari pak Jokowi. Atau bentuk kekecewaan, PAN tidak masuk dalam gerbong kabinet. Pak Bima sepertinya tengah ngelindur”, tutur Pengamat Kebijakan Publik, H Deden di Bogor Sabtu (24/8)

Dalam penjelasan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di beberapa kesempatan, tutur H Deden jelas jelas menolak, pembentukan Provinsi Bogor Raya. 

Gubernur Ridwan Kamil menjelaskan, urgensi pemekaran itu, ada di wilayah tingkat dua.

Pemprov Jabar beringinan memperbanyak daerah tingkat dua, bukan pembentukan provinsi baru sebagai yang di wacanakan Walikota Bogor.

“Desa-desa dimekarkan, pelayanan publik mengarah pada keinginan masyarakat,” tutur Emil, Kamis (22/8)

“Saya sudah delapan kali menjelaskan masalah itu. Urgensinya bukan itu. Jangan ditanya lagi,” tegas Emil.

Penolakan juga datang dari ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Puwadewi Sundari. Dia menuturkan, terkait kewilayahan saat ini yang menjadi sorotan adalah terkait moratorium Derah Otonom Baru (DOB) atau pemekaran wilayah di Provinsi Jabar yakni Garut Selatan, Bogor dan Sukabumi.

” Secara pribadi saya menolak wacana itu,” kata Ineu.
Sinyal kurang setuju dalam bentuk penolakan juga datang dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumola.

Menurutnya,Kementerian Dalam Negeri memastikan tidak ada pemekaran Provinsi Bogor Raya atau Kota Jakarta Tenggara. 

Kata Tjahjo, pemekaran Kota Bogor menjadi provinsi Bogor Raya hanya wacana yang dibangun Walikota Bogor Bima Arya yang sedang melakukan pengkajian.(Sul)