SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN YANG KURANG MEMADAI

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Banyak permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah masalah sarana dan prasarana yang kurang memadai. Padahal sarana dan prasarana menjadi faktor pendukung keberhasilan program pendidikan.

Sarana dan prasarana adalah salah satu sumber daya yang menjadi tolak ukur mutu sekolah dan perlu peningkatan terus menerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih.

Sarana dan prasarana sangat perlu dilaksanakan untuk menunjang keterampilan peserta didik agar siap bersaing terhadap pesatnya teknologi.

Sarana dan prasarana merupakan bagian penting yang perlu disiapkan secara cermat dan berkesinambungan sehingga akan terjamin proses belajar mengajar yang lancar. 

Akan tetapi kenyataanya sarana dan prasarana pendidikan di sekolah-sekolah di Indonesia khususnya untuk daerah-daerah terpencil masih belum terlaksana secara optimal.

Banyak daerah-daerah di Indonesia yang belum mendapatkan sarana dan prasarana yang memadai yaitu sekolah di perdesaan.Hal ini jauh berbeda dengan daerah perkotaan yang sarana dan prasarana lebih baik daripada daerah perdesaan.

Banyaknya perbedaan sarana dan prasarana antara perkotaan dan perdesaan mengakibatkan pendidikan di perdesaan masih sangat minim jika dibandingkan dengan pendidikan yang ada di perkotaan.

Sebagai contoh sekolah di perkotaan memiliki fasilitas laboratorium komputer yang dapat digunakan peserta didik dalam proses pembelajaran, sedangkan sekolah di perdesaan belum memiliki fasilitas tersebut dan bahkan ada yang belum mengetahui cara mengoperasikan komputer tersebut.

Sedangkan teknologi berbasis komputer sangat penting untuk pendidikan masa kini. Banyak pembelajaran yang menggunakan teknologi berbasis komputer.

Dalam hal ini sarana dan prasarana sangat mempengaruhi dalam proses belajar mengajar. Sedangkan saat ini sarana dan prasarana untuk pendidikan memang kurang memadai, bahkan banyak sarana dan prasarana yang tidak layak untuk proses belajar mengajar.

Seperti halnya sarana dan prasarana yang tidak memadai yaitu gedung kelas bocor, bangku sekolah rusak maupun tidak mencukupi, lapangan yang tergenang air, ketidak lengkapnya buku diperpustakaan, tidak memadainya penggunaan teknologi dan informasi dan lainnya. 

Ketika sarana dan prasarana sekolah tidak memadai maka akan mempengaruhi proses belajar mengajar yang dilaksanakan. yaitu akan menghambat proses mengajar.

Guru akan kesulitan dalam memberikan serta menjelaskan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik. Begitu juga dengan peserta didik akan kesulitan untuk memahami apa yang dijelaskan oleh guru. Oleh sebab itu, proses belajar mengajar tidak akan berjalan secara efektif dan efisien. 

Masalah sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai juga dapat disebabkan oleh ketidakpedulian sekolah terhadap perawatan fasilitas yang ada yang akan menjadikan buruknya sarana dan prasarana. Sikap acuh tak acuh dan tidak adanya pengawasan dari pemerintah banyak fasilitas di sekolah yang terbengkalai.

Hal ini akan menimbulkan ketidaknyamanan dalam menggunakan fasilitas yang ada karena keadaan sarana dan prasarana yang kurang memadai dan fasilitas yang rusak.

Dengan adanya ketidaknyamanan ini akan mengakibatkan peserta didik enggan melaksanakan proses pembelajaran dengan baik. 

Maka dari itu diperlukan kesadaran untuk menjaga sarana dan prasarana yang ada agar dapat tetap digunakan untuk menunjang pendidikan.

Pemerintah juga perlu memberikan bantuan terhadap daerah terpencil tersebut agar pendidikan dapat berkembang dan tercapai pula tujuan pendidikan tersebut, dan kurangnya alokasi dana yang terhambat yaitu dalam hal banyak penyalahgunaan dana administrasi sekolah dan adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal pendanaan sehingga adanya penyalahgunaan dana dan menghambat proses pendidikan.

Dalam hal ini pemerintah kurang tegas dalam menangani oknum-oknum yang melakukan penyelewengan dana.

Seharusnya pendidikan yang ada di Indonesia ini upaya yang dilakukan adalah pendidikan harus berjalan efektif.

Dalam peningkatan pembelajaran seperti halnya pengajaran yang baik sehingga mutu peserta didik lebih berkualias dan perlunya kejujuran serta rencana yang strategis terhadap manajemen keuangan pendidikan, agar pendidikan saat ini teroptimalkan dan dapat meningkatkan sarana dan prasarana.

Pemerintah juga  perlu meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah, sehingga peserta didik dapat belajar dengan nyaman atas adanya sarana dan prasarana yang memadai tersebut. 

Akan tetapi sarana dan prasarana yang baik juga harus disertai dengan Sumber Daya Manusia yang baik pula, karena sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai tidak akan bermanfaat apabila tidak adanya guru yang berkualitas.

Seorang guru harus memiliki sifat yang professional, berkompeten serta dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam hal ini guru harus dapat mengoperasikan komputer, melaksanakan proses mengajar dengan berbasis komputer, dan lainnya. 

Setiap pendidikan wajib memiliki sarana seperti perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar agar dapat menunjang proses pembelajaran yang teratur dan teroktimal.

Apabila kelengkapan fasilitas di atas memadai dan dikelola dengan baik maka sarana dan prasarana berjalan dengan optimal sebaik mungkin serta bakat dan minat peserta didik dapat lebih dikembangkan lagi,sehingga akan menciptakan lulusan peserta didik yang baik.

Begitu  juga dengan pemerintah harus melakukan tindak lanjut mengenai oknum-oknum yang tidak menyampaikan wewenang dengan baik agar mereka dapat menyadari betapa pentingnya pendidikan.

(Red/ Aprilia Kurniawati dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa )

Referensi : 

Permasalahan Sarana dan Prasarana Pendididkan http://remajasampit.blogspot.com/2012/12/permasalahan-sarana-dan-prasarana.html  (Minggu, 1 Desember 2019, 07.10)