Virus Peluntur Karakter Siswa

Bogor Now

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Seiring dengan perkembangan zaman yang ditandai dengan maraknya perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi ini tidak memandang dimensi objeknya.

Baik tua, muda bahkan anak-anak sudah tidak asing lagi dengan yang namanya teknologi apa lagi dengan yang namanya “gadged”. Pemakaian gadged  di kalangan anak sudah merajalela, khususnya siswa SD. Kini kian banyak siswa SD yang sudah memiliki atau menggunakan benda pipih tersebut. 

Maraknya penggunaan gadged pada siswa menjadi momok tersendiri bagi dunia pendidikan. Pasalnya dengan adanya gadged akan membuat karakter siswa menjadi luntur jika tidak dapat mengantisipasinya.

Bisa dilihat pada kenyataan saat ini bahwa dengan adanya gadged membuat anak lupa dengan kewajibannya sebagi siswa yakni belajar. Disamping itu mereka akan lebih menikmati keasyikannya dengan bermain gadged.

Anak-anak akan cenderung memainkan gadgednya ketimbang bermain dengan teman-temannya, mereka akan  lebih suka menyendiri Hal ini menandakan bahwa jiwa sosialnya sudah mulai hilang dan akan membuat mereka tidak berkembang terutama psikisnya.

Dari beberapa uruaian diatas tidak bisa langsung disimpulkan bahwa gadged itu memiliki nilai negatif. Gadged  juga bisa menimbulkan nilai postif jika penggunanya dapat menggunakan piranti tersebut dengan bijak.

Berhubungan dengan hal tersebut dapat melibatkan peran orang tua serta guru. Orang tua dapat berperan sebagai pengawas dalam penggunaan gadged  bagi anaknya yang masih bernotabene siswa SD ketika dirumah.

Orang tua jangan terlalu membiarkan anak-anak untuk selalu menggunakan gadget. Orang tua harus dapat membatasi pengunaan piranti tersebut dengan membuat jadwal khusus bagi anak.

Sedangkan guru harus dapat memperkuat karakter siswanya agar tidak mudah diperbudak oleh gadged. *

(Red/Linda WulandariStatus : mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa  )