IBL Pertamax 2018/2019: Tim Bank BPD DIY Tekuk Tim Bogor Siliwangi

0
67

KORANBOGOR.com,SEMARANG-Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja mengawali IBL Pertamax musim 2018/2019 dengan mulus. Tim asal Kota Gudeg itu langsung mencetak kemenangan di laga perdana.

Ini setelah Yanuar Dwi Priasmoro cs menghancurkan perlawanan Bogor Siliwangi di GOR Sahabat Semarang, Jumat (30/11) sore, dengan skor 67-52.

Pelatih Bima Perkasa Jogja Raoul Miguel Hadinoto mengaku, kemenangan diraih setelah anak asuhnya bekerja keras sepanjang pertandingan. Terutama di awal game.

Anak asuhnya sempat telat panas. Sekali pun di kuarter awal ini tim asuhannya mengunci dengan skor 17-11.

“Di lapangan panas banget. Kami menang tapi kami akui telat panas di awal. Baru memasuki kuarter tiga dan empat permainan bisa kami kendalikan.

Pemain juga menjalankan instruksi dengan baik. Bermain sesuai game plan dengan menekan turn over dengan perkuat defense. Kami juga perkuat free through dan shooting jarak jauh,” ungkap Miguel usai pertandingan.

Miguel tak menampik, agar skenario berjalan mulus dia memanfaatkan David Atkinson. Postur David yang menjulang tinggi memudahkan mereka memproduksi poin demi poin. Terutama dari bola rebound.

Mobilitasnya bermain di dalam dan di luar semakin memperlancar kran poin Bima Perkasa Jogja mengalir deras. Sehingga mereka mampu mengunci kuarter kedua dengan skor 31-27, 55-41 di kuarter ketiga, dan 67-52 di
kuarter empat.

“Kita mau pemain bisa main dalam dan tembak luar juga.Kita gak perlu murni center kita butuh pemain yang sesuai kita inginkan. Defensif bagus dengan bantu rebound,” jelasnya.

“Saya tidak masalah bermain di mana pun. Saya sekaligus fokus berikan yang terbaik saat di lapangan,” ucap David.

Di pertandingan ini, David sebagai penyumbang poin terbanyak Bima Perkasa Jogja dengan memproduksi 18 poin dan 11 rebound.

Kemudian dari Bogor Siliwangi penyumbang poin terbanyak atas nama Michael Vigilance Jr dengan 19 angka 15 rebound.

“Kami sebenarnya mengawali game dengan baik. Kesuksesan lawan mengeksekusi second chance membuat semuanya berantakan. 19 kali mereka cetak poin dari sana.

Ditambah dengan fisik yang kurang bagus membuat kami tidak bisa mempertahankan permainan di kuarter akhir.

Lemah fisik memang menjadi masalah kami sejak persiapan. Apalagi persiapan kami juga kurang baik,” ungkap Asisten Pelatih Bogor Siliwangi Paul Mario Sangor.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here