Tapak Suci Putra Muhammadiyah: Pencak Silat yang Mendunia

Olahraga

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA — Tepat 56 tahun yang lalu, Tapak Suci dilahirkan ke dunia ini untuk membentuk insan yang berkarakter, pesilat yang beriman dan berakhlak mulia. Malam ini, Rabu (31/7/2019),

Keluarga Besar Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putra Muhammadiyah berkesempatan untuk memperingati milad Tapak Suci ke-57 bersama dengan Pimpinan Daerah Tapak Suci Kota Yogyakarta.Banyak diketahui, Tapak Suci selalu dalam proses pembentukan kepribadian pesilat yang tangguh.

“Sehingga meraih puncak prestasi dibutuhkan proses yang panjang dan pola pembinaan yang terarah,” kata Drs M Afnan Hadikusumo, PKa, Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Muhammadiyah di Bina Manggala Kauman Yogyakarta, Rabu (31/7/2019) malam.

Di usianya yang ke-56 inilah, Afnan Hadikusumo berharap prestasi Tapak Suci semakin meningkat. “Untuk itulah, maka Pimpinan Pusat Tapak Suci  telah menjalankan kegiatannya yakni pelatihan pelatih, wasit, dan juri di seluruh Indonesia,” terang Afnan Hadikusumo.

Selain itu, menurut Afnan, akan digelar kejuaraan nasional dan kejuaraan dunia Tapak Suci yang akan dilangsungkan di Solo pada tanggal 30 Agustus 2019 – 5 September 2019 mendatang.”Orang-orang tua dahulu pernah menyampaikan, ada keringat, maka ada hasil.

Dan alhamdulillah, dalam setahun ini Tapak Suci telah menyumbangkan kepada bangsa dan negara beberapa emas,” papar Afnan Hadikusumo.

Adapun prestasi yang diraih itu antara lain satu medali emas di Asian Games yang lalu, dan dua medali emas dalam ASEAN Games Schools. 

“Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada mas Rony Syaifull yang telah melatih para atlet tersebut dengan baik dan sabar,” ungkap Afnan Hadikusumo.

Selain itu, atlet Tapak Suci juga diminta Afnan Hadikusumo untuk menjadi peraga dalam rangka promosi pencak silat sebagai warisan dunia yang diajukan kepada Unesco.

Menurut Afnan, tiga orang atlet Tapak Suci itu akan presentasi di London, Jepang, dan Jordania.

“Pekerjaan rumah yang masih harus segera kita selesaikan adalah pembangunan padepokan Tapak Suci di Yogyakarta,” kata Afnan Hadikusumo, yang berharap hal itu semoga bisa segera terealisir.Di depan keluarga besar Tapak Suci Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo menyampaikan, “Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah.” (Affan)Attachments area