Perpres Mobil Listrik Segera Terbit

Otomotif

KORANBOGOR.comKARTA-PT PLN (Persero) masih menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum kebijakan pengembangan kendaraan listrik nasional.

Rencananya peraturan presiden terkait kebijakan kendaraan berlistrik tersebut akan segera diterbitkan.

”Perpres, Insya Allah sebentar lagi diterbitkan karena janjinya sudah akan ditandatangani. Informasi dari staf kepresidenan nggak lama lagi diterbitkan. Nggak lama lagi sudah ditandatangani,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, perpres kendaraan listrik penting sebagai landasan hukum untuk pengembangan listrik di dalam negeri. Pasalnya, PLN harus memperhitungkan pasokan hingga pembangunan infrastruktur, seperti stasiun penyedia listrik umum (SPLU) maupun infrastruktur pengisian listrik cepat (fast charging) secara nasional.

”Kalau dari sisi pasokan, kami sangat siap. Infrastruktur PLN juga siap, tinggal fast charging-nya saja. Kalau fast charging bisa dilakukan di mana saja,” kata dia.

Dia mengatakan, fast charging bisa dilakukan di rumah dan perkantoran. Bahkan, PLN juga sudah menyediakan SPLU khususnya di DKI Jakarta untuk mengakomodasi para pedagang kaki lima serta usaha mikro kecil dan menengah.

Tak berhenti di situ, untuk mengakomodasi penggunaan kendaraan listrik, kata dia, penyediaan fast charging juga bisa dilakukan bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero). Nanti PLN bisa bersinergi dengan Pertamina untuk menyediakan fast charging di SPBU.

Sementara itu, General Manajer PLN Distribusi Jakarta Raya M Ikhsan Asaad mengatakan, akan menyiapkan infrastruktur pengisian baterai listrik untuk mobil taksi Blue Bird, 10 Bus Transjakarta, serta mobil listrik lainnya.

Saat ini sudah ada dua lokasi yang akan dibangun tempat pengisian mobil listrik. Pihaknya akan membangun lima lokasi, namun baru dua lokasi yang sudah ditetapkan di sepanjang Jalan MH Thamrin.

”Rencana tahap I ada lima tempat, Kantor PLN Gambir, lalu kita komunikasi dengan Blue Bird apa dibangun di bandara atau mal,” kata Ikhsan. Dia mengatakan, untuk mewujudkan itu pihaknya akan melakukan lelang terbuka.

”Kami akan kerja sama dengan pihak ketiga membangun teknologi fast charging , karena satu fast charging itu harganya Rp1-2 miliar. Kami akan tender segera,” ujar dia. Dia menambahkan, sudah terdapat beberapa mitra yang akan diajak kerja sama.

Untuk lelang nanti akan dilakukan di dua lokasi khususnya di Jakarta. ”Nanti akan kita lelang dua dulu dengan nilai sekitar Rp4 miliar. Ini kita lagi proses pemilihan teknologinya,” ungkap dia.

”Kita akan menambah fasilitas charging-charging di tempat umum seperti bisa dilakukan di tempat parkir. Kita juga terbuka kolaborasi dengan Pertamina menyediakan SPLU maupun fast charging di SPBU,” kata dia.

Tidak hanya itu, PLN juga siap memberikan fasilitas insentif berupa potongan tarif listrik saat masyarakat melakukan pengisian kendaraan listrik pada malam hari. Pasalnya, beban kondisi kelistrikan kalau malam hari mengalami penurunan.

”Nanti kita bisa berikan insentif, kalau ngechargnya malam hari saat pulang kantor. Katakanlah mulai jam sepuluh malam sampai jam empat pagi nanti tarifnya bisa kita kasih murah,” ujarnya.

Dia memastikan jika pengembangan mobil listrik bergulir tentu pertumbuhan kebutuhan listrik PLN bisa meningkat. Pihaknya juga mengatakan PLN sedang merancang pembuatan fast charging guna memfasilitasi kebutuhan kendaraan listrik secara nasional.

”Pada dasarnya, 80% di negara- negara lain seharusnya fast charging itu ditempatkan di rumah dengan harga murah dan diberikan diskon dicharge selama enam jam.

Tapi, karena mahal, maka akan kita sediakan hanya di beberapa lokasi di Jakarta,” kata dia. Untuk saat ini, pihaknya sedang mengintensifkan kerja sama dengan Blue Bird dan Transjakarta untuk memasang fast charging di luar depo.

”Nanti akan dipilih lokasinya, apakah di bandara atau di mal atau di tempat yang ramai yang memang diperlukan fast charging,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.