|

Hentikan Segala Bentuk Klaim Kemenangan dalam Pilpres dan Dukung KPU Tetap Independen!

KORANBOGOR.com-Petisi ini ditujukan kepada Capres RI No. Urut 1 (Prabowo Subianto); Capres RI No. Urut 2 (Joko Widodo); dan Seluruh Komisioner KPU (Husni Kamil Manik, Sigit Pamungkas, Ida Budhiati, Hadar Nafis Gumay, Ferry Kurnia R, dan Arief Budiman)

Setelah melalui masa kampanye yang penuh hingar bingar dan persaingan panas antar kedua kubu capres-cawapres, 9 Juli 2014 lalu, akhirnya rakyat Indonesia telah menentukan pilihannya. Sebuah momentum yang diharapkan dapat segera mengakhiri polarisasi di tengah masyarakat dan kembali membangun persatuan nasional di bawah kepemimpin presiden dan wakil presiden terpilih. Siapa pun itu.

Namun, polarisasi itu ternyata masih terus berlanjut. Berbekal quick count dari beberapa lembaga survey yang sebenarnya lebih tepat jika diartikan sebagai prediksi hasil pemilu dibandingkan hitung cepat ini, kedua kubu capres-cawapres akhirnya terlibat perang opini di media massa dengan saling klaim kemenangan. Alih-alih, bersabar menunggu hasil penghitungan suara nasional oleh KPU pada tanggal 22 Juli 2014, masyarakat pun akhirnya juga ikut larut dalam perang opini antara kedua kubu capres-cawapres ini.

Lebih dari itu, opini yang berkembang kini bahkan mengarah pada upaya intimidasi terhadap KPU dan delegitimasi terhadap hasil penghitungan resmi KPU. Mulai dari klaim bahwa KPU yang salah jika terdapat perbedaan antara hasil penghitungan resmi KPU dengan quick count lembaga surveynya (http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/07/10/21082731/jika.kpu.menangkan.prabowo.lembaga.survei.tuding.kpu.yang.salah.) hingga klaim keunggulan dalam “real count” yang sebenarnya merupakan kewenangan dari KPU (http://www.republika.co.id/berita/pemilu/hot-politic/14/07/11/n8iv70-prabowohatta-klaim-unggul-di-real-count-ini-penjelasannya).

Jika opini tersebut terus berkembang, bukan tidak mungkin polarisasi ini takkan usai pasca tanggal 22 Juli 2014 dan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat pun akan menjadi semakin besar.

Sebelum semua itu terjadi, KPU harus terus bekerja keras dan mempertahankan independensinya. Tindak tegas semua petugas pelaksana pemilu yang terbukti melanggar aturan dan tidak lagi independen. Selama KPU tetap independen dan menjalankan tugasnya dengan benar, segenap masyarakat Indonesia akan selalu berada di belakangnya dan mendukung keputusan-keputusannya.

Selain itu, kami pun menuntut kepada kedua pasang capres-cawapres berserta tim sukses untuk menghentikan segala bentuk klaim kemenangan yang hanya akan memperkeruh suasana dan menjebak masyarakat Indonesia ke dalam polarisasi tanpa akhir. Siapa pun yang menang nanti, takkan bisa bekerja dan memimpin kami secara efektif jika polarisasi ini tidak kunjung diakhiri.

Atas dasar tersebut diatas, saya, Mohamad Ivan Riansa selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), mengajak masyarakat Indonesia untuk ikut menandatangani petisi ini. Setiap tanda tangan yang anda bubuhkan dalam Petisi ini, maka secara otomatis petisi ini akan terkirim ke email Capres dan Para Komisioner KPU.

We Stand On KPU Side!!! #DukungKPU

Tags: