BUMN Dominasi Proyek Infrastruktur,Menkeu : Swasta Harus Diberi Kesempatan

Bisnis

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Peran sektor swasta terutama di proyek infrastruktur dinilai masih minim. Pasalnya, proyek tersebut didominasi pengerjaannya oleh perusahaan pelat merah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seharusnya mulai memberikan ruang bagi swasta untuk ikut berperan dalam pembangunan. Pasalnya, peran swasta sangat penting untuk meningkatkan investasi sehingga memacu pertumbuhan ekonomi.

“Sekarang ini kita minta BUMN untuk lebih memberikan ruang melalui berbagai langkah seperti sekuritisasi kemudian mereka membuat gap mengenai berapa jumlah nilai investasi yang BUMN boleh ikut,” ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Menurutnya, untuk meningkatkan investasi secara signifikan dibutuhkan peranan swasta yang lebih besar lagi. Apalagi saat ini kondisi eksternal tengah dilanda ketidakpastian sehingga faktor ekonomi domestik sangat dibutuhkan.

“Sebenarnya dengan perekonomian yang tumbuh itu memberikan opportunity atau kesempatan bagi swasta,” kata dia.

Bahkan untuk meningkatkan peran serta swasta, pemerintah memberikan insentif-insentif fiskal yang menarik. Insentif ini juga digunakan untuk menarik investor asing.

“Peranan swasta akan dipacu melalui berbagai macam policy, tax holiday, pengurangan pajak, perbaikan dari sisi iklim sistem investasi, proses untuk mendapatkan izin dipermudah.

Itu semuanya adalah bagian dari kita untuk menyeimbangkan peranan dari swasta BUMN dan pemerintah di dalam perekonomian kita,” tutur dia.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat utang korporasi BUMN sebesar Rp1.980 per September 2018.

Banyaknya utang ini untuk melakukan pembangunan infrastruktur yang sedang digalakkan Presiden Joko Widodo sejak awal pemerintahannya.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa mengatakan, sementara itu pertumbuhan utang dari sektor swasta stagnan.

Hal ini dikarenakan tidak ada proyek besar yang bisa didanai oleh swasta.

“Memang pertumbuhannya flat mereka mau mendanai apa kalau tidak ada yang mesti mereka danai,” ujarnya di The Atjeh Connection Sarinah, Jakarta, Sabtu (15/12/2018).