HIPMI Apresiasi Langkah BRI Beri Pendampingan Likuiditas ke Bank Bukopin

Bisnis

KORANBOGOR.com,JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menyatakan akan memberikan bantuan teknis atau technical asistance kepada PT Bank Bukopin Tbk terkait likuiditas dan operasional bank.

BRI telah menerima surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 11 Juni 2020 perihal permintaan technical asistance untuk Bank Bukopin.

Dengan adanya proses pendampingan tersebut, Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Anggawira mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BRI terhadap Bank Bukopin.

Menurutnya, proses pendampingan tersebut merupakan langkah awal Bank Bukopin untuk menghidupkan kembali likuiditasnya yang juga merupakan sumber modal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.

“Kami apresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh BRI dalam proses pendampingan dan jangan lupa bahwa Bank Bukopin ini banyak dana-dana nasabah UMKM serta juga koperasi yang ada disana,” ujar Anggawira, seperti keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Menurutnya, penerapan strategi tersebut ditujukan untuk menjamin dipenuhinya layanan perbankan yang komprehensif kepada nasabah melalui jaringan yang terhubung secara nasional, produk yang beragam serta mutu pelayanan dengan standar yang tinggi.

“Ini bentuk perhatian yang luar biasa dari BRI atas pendampingan yang diberikan kepada Bank Bukopin. Jangan sampai dalam situasi yang seperti ini memang bukan hanya Bank Bukopin, tapi bank lain juga likuiditasnya sangat sulit,” ucapnya.

Dengan komitmen yang diberikan oleh pemerintah, diharapkan nasabah juga bisa percaya dan memberikan dukungannya. Sebab jika sampai ada perbankan yang mengalami likuidasi, maka dampaknya ke perbankan lain.

“Soal Bank Bukopin ini intinya harus ada keberpihakan pemerintah dan OJK dalam penyelesaian persoalan tersebut.

Karena kita ketahui bersama juga komitmen dari investor kan belum jelas yang artinya tinggal dikawinkan dengan Bank BUMN,” ungkapnya.

Dia menambahkan, hal tersebut perlu untuk memberikan pemahaman kepada nasabah terkait isu likuiditas yang sempat membayangi Bank Bukopin.

“Tingkat kepercayaan nasabah naik, membaik karena pemerintah, dan regulator, pemegang saham sudah komitmen, serta manajemen baru akan menjaga bank ini jauh lebih bagus,” tuturnya. (Red/Hipmi)