Satukan Pengusaha Muda ASEAN, HIPMI Boyong Kantor Pusat ke Jakarta

Bisnis Lainnya

KORANBOGOR.com,JAKARTA—ASEAN Young Entrepreneurs Association (AYEA) atau HIPMI-nya Se-ASEAN akhirnya berkantor pusat di Jakarta. Hal tersebut diutarakan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia di Jakarta.  

Alhamdullilah, di Bulan yang penuh berkah ini, kami dapat berita gembira bahwa  10 organisasi pengusaha muda dari seluruh ASEAN dengan nama ASEAN Young Entrepreneurs Association (AYEA) sepakat dengan usulan dan perjuangan kami untuk menjadikan Jakarta sebagai kantor pusat atau Ibu Kotanya AYEA,” ujar Bahlil dalam keterangannya hari ini di Jakarta.

Bahlil mengatakan, AYEA diinisiasi dan diinkubasi oleh ASEAN Business Advisory Council (ASEAN BAC). “Tujuan dari didirikannya AYEA adalah untuk menyatukan para pelaku usaha muda dan pemula dari negara-negara anggota ASEAN dalam pilar-pilar ekonomi ASEAN sesuai dengan Deklarasi Bandar Seri Begawan pada tahun 2013 untuk menuju satu Masyarakat Ekonomi ASEAN,” ucap Bahlil.

Dikatakan Bahlil, meski beberapa kota di negara ASEAN lainnya bersaing ketat menjadi sekretariat AYEA, pihaknya tak gentar dan tetap melakukan lobi-lobi tingkat tinggi.  

“Pandangan kami tidak lepas dari kenyataan bahwa Indonesia adalah negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN. Maka sudah sepantasnya sekretariat AYEA atau Ibu Kotanya AYEA itu berdomisili di Indonesia, yakni Jakarta,” pungkas Bahlil.

Bahlil mengatakan, selain faktor ukuran ekonomi, pihaknya juga sukses meyakinkan anggota  AYEA akan ketersediaan infrastruktur canggih dan maju yang telah dan sedang dibangun pemerintahan Jokowi-JK.

“Kita juga meyakinkan bahwa Jakarta tak hanya kota metropolis terbesar di ASEAN tapi juga infrastrukturnya kian maju dan tidak kalah dengan kota-kota besar di dunia. Kita punya moda transportasi MRT, LRT, dan nanti kereta cepat. Semua ini jadi pertimbangan,” ucap Bahlil.

Anggota Terbesar

Sementara itu, Ketua BPP HIPMI Bidang Internasional dan Pariwisata, Bagas Adhadirga mengatakan, Jakarta layak menjadi pusat kegiatan AYEA sebab  sebagian besar anggotanya berada di Indonesia.

“Kedepannya anggota AYEA terbanyak adalah dari Indonesia, HIPMI sendiri memiliki anggota lebih dari 40.000 pengusaha muda di seluruh Indonesia yang bisa menjadi anggota dari AYEA, akan lebih memudahkan administrasi dan koordinasi apabila kantor sekretariat AYEA berlokasi di Jakarta,” pungkas Bagas.

Sebab berada di Jakarta, koordinasi AYEA dengan Sekretariat ASEAN juga akan semakin mudah. “Merupakan kebanggaan bagi para pengusaha muda Indonesia dan bangsa Indonesia secara umum apabila Indonesia menjadi tuan rumah dari kantor Sekretariat AYEA,” ucap Bagas.

Bagas memaparkan, AYEA merupakan perwakilan dari seluruh asosiasi pengusaha muda paling bergengsi di negaranya masing-masing se-ASEAN.

“Di setiap negara itu kan ada asosiasi pengusaha muda yang paling bergengsilah. Nah, mereka-mereka inilah tergabung dalam AYEA,” ucap dia.  Indonesia sendiri diwakili HIPMI. HIPMI merupakan salah satu founding member dari AYEA dan anggota dari ASEAN Young Entrepreneurs Council (AYEC).

Diterangkan Bagas, ASEAN Young Entrepreneurs Council (AYEC) merupakan sebuah badan eksekutif dan legislatif dari AYEA. Setiap negara anggota AYEA menempatkan tiga orang wakilnya dalam AYEC.

“Tugas dari AYEC melalui Annual General Meeting (AGM) yang diselenggarakan setiap tahun adalah merumuskan dan menyetujui AD/ART Organisasi, memilih dan mengesahkan Chairman AYEA, merumuskan program kerja, dan membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh organisasi AYEA,” terang Bagas.

Bagas mengatakan secara formil, penetapan Jakarta sebagai pusat AYEA, setelah melalui ASEAN Young Entrepreneur Council Annual General Meeting dari tanggal 04 Maret – 05 Maret 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Agenda ini merupakan salah satu kegiatan rutin dari organisasi AYEA. Dalam pertemuan tersebut dibahas tempat dan domisili Sekretariat AYEA. “Atas arahan Ketua Umum (Bahlil Lahadalia) kami mengajukan Jakarta sebagai domisili dari lokasi sekretariat AYEA,” ucap dia.

Selain, Indonesia dua kandidat kuat Malaysia dan Vietnam juga mengincar posisi tersebut. “Setelah sibuk melobi selama satu setengah tahun, akhirnya diputuskan melalui musyawarah bahwa kantor AYEC ada di Indonesia.

Keuntungan bagi Indonesia berbagai peluang bisnis untuk pengusaha muda di Asean dari area lain akan lewat Jakarta dulu dan  prestiges bangsa terjaga sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN,” ucap Bagas.  (Red/rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.