Pendidikan di Sekolah Dasar

Kampus Kita Pendidikan

KORANBOGOR.com.YOGYAKARTA-Pendidikan merupakan suatu akses untuk menuntun seseorang pada sebuah kesuksesan di masa depannya.Meskipun kadang tidak semua orang beranggapan bahwa pendidikan itu penting.

Nyatanya tanpa ada pendidikkan seseorang tidak akan mampu mengembangkan pola pikir mereka,atau menangkap beberapa makna daari permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.Pendidikan tetaplah menjadi urutan paling utama bagi kebutuhan manusia.

Ki Hajar Dewantara memberikan pendapat yang mana pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti ( karakter, kekuatan bathin), pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Sedangkan menurut Undang-undan No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, menyatakan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sehingga dapat disimpulkan, pendidikan adalah suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi serta penanaman karakter pada diri anak yang sesuai dengan alam dan masyarakat sehingga anak dapat berguna bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa maupun negara.

Pendidikan memiliki beberapa tingkat satuan, yang mana sekolah dasar dianggap sebagai dasar dari sebuah pendidikan.

Meskipun terdapat satuan tingkat pendidikan sebelum sekolah dasar yang kita kenal sebagai taman kanak-kanak (TK) yang mengajarkan anak-anak untuk bersosialisasi terhadap teman sebaya, guru dan masyakat.

Berbeda dengan TK di sekolah dasar anak-anak mulai diajarkan mengenai dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas diri anak didik. 

Anak-anak usia sekolah dasar memilik beragam karakteristik, yang mana sangat perlu untuk diperhatikan karena mempengaruhi strategi pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru agar anak didik dapat menerima pembelajaran yang disampaikan dengan mudah dan kompleks.

Karakteristika anak usia sekolah dasar yang pertama adalah senang bermain, sebagai seorang guru harus mampu memasukan unsur permainan dalam materi pembelajaran, agar anak didik tidak merasa bosan dengan suasana pembelajaran yang menegangkan.

Yang kedua senang bergerak, guru harus bisa menerapkan model pembelajaran yang memungkinkan anak didik bergerak, berpindah posisi sehingga anak tidak hanya duduk ditempat.

Yang ketiga anak senang bekerja dalam kelompok, guru mengajak anak membentuk kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan, dalam hal ini anak diajarkan untuk menyampaikan pendapat, saling menghargai, bersosialisasi,dan bertanggung jawab terhadap tugas kelompok mereka.

Yang terakhir yaitu anak senang merasakan atau melakukan /memperagakan,karena pada usia ini anak lebih mudah mengingat pembelajaran yang bersifat konkret contohnya seperti pembelajaran tentang energy,mengajak anak untuk bermain tarik tambang, dimana dalam permainan tersebut anak-anak akan melakukan tarik menarik sehingga mereka akan lebih mudah dalam memahami materi energi dan gaya yang terkandung dalam permainan tersebut.Dalam hal ini anak terlibat langsung dalam pembelajaran.

Dalam pendidikan sekolah dasar terdapat tujuan, yaitu :

  1. Mengajarkan anak didik untuk membaca, menulis dan berhitung sebagai bekal mereka yang paling dasar,
  2. Memberikan pengetahuan serta keterampilan dasar yang dapat bermanfaat bagi anak sesuai dengan tahap perkembangannya, dan
  3. Mempersiapkan siswa untuk melanjutkan ke satuan pendidikan selanjutnya di Sekolah Menengah Pertama atau sejenisnya.

Namun meskipun anak sudah mendapatkan pembelajaran di sekolah, bukan berarti orang tua tidak lagi memiliki peran dalam pendidikan anaknya.

Justru peran orang tua sangat penting dan dibutuhkan oleh anak.Peran orang tua dalam pendidikan di sekolah dasar yaitu sebagai motivator dan fasilitator,orang tua harus memberikan dukungan sepenuhnya pada anak dalam proses proses pendidikannya,memiliki komunikasi dengan guru kelas anaknya untuk mengetahui perkembangan yang dicapai anaknya, memberikan reward pada anak terhadap prestasi yang didapatkannya ,menjadi fasilitator ketika berada di rumah sebagai pengganti gurunya, mengajarkan pekerjaan rumah yang telah diberikan oleh guru misalnya, atau mengajarkan materi pembelajaran yang belum bisa dipahami oleh anak,serta memberikan fasilitas yang mendukung perkembangan anak dalam pembelajarannya seperti alat tulis, buku pelajaran dan lain sebagainya.

(Red/Prapuspa DewiNim : 2018015041,Status : Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )