Piala Presiden dan Piala Raja Sultan Hamengkubuwono X: 700 Atlet Wushu Ramaikan Kejurnas Yunior dan Senior

0
517

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Sebanyak 700 atlet wushu akan meramaikan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Yunior dan Senior di GOR Among Rogo Yogyakarta, 28 Maret – 3 April 2018. Kejuaraannyang diikuti 27 provinsi tersebut memperebutkan Piala Presiden dan Piala Raja Sultan Hamengkubuwono X.

Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Ngatino, pihaknya mengapresiasi jumlah peserta yang sangat banyak. Menurutnya, peserta kali ini memecahkan rekor Kejurnas sebelumnya. “Peserta kali ini memang di luar perkiraan.

Biasanya hanya berkisar 600an peserta karena penggabungan antara yunior dan senior,” ujar Ngatino.

Pihaknya berharap, dengan diperebutkannya piala bergilir Presiden akan lebih memacu perkembangan olahraga wushu di daerah. “Mudah- mudahan pengprov daerah lebih termotivasi lagi,” jelasnya.

Ketua Umum PB WI Airlangga Hartarto dipastikan akan hadir pada acara pembukaan Kejurnas di GOR Among Raga pada Kamis (29/3) malam.

Menurut Ngatino, Ketua Panitia Pelaksana Soekeno didampingi Ketua Pengprov WI Yogyakarta Muwardi telah bertemu dengan Ketua Umum PB WI.

“Panitia juga melalui ketua umum meminta kesediaan Presiden bisa hadir. Tapi hingga saat ini kami masih menunggu kabar dari protokol Istana,” terangnya.

Kejurnas Wushu Yunior dan Senior Piala Bergilir Presiden dan Piala Raja sekaligus merupakan seleksi tim inti Asian Games 2018.

Menurut Pelatih Kepala Novita, saat ini pelatnas Asian Games masih berjumlah 16 atlet, sembilan di nomor taulo dan tujuh sanda. “Nanti komposisi tim inti Asian Games 13 atlet, tujuh taolu dan sanda. Jadi masih harus seleksi untuk menjadi tim inti,” kata Novita.

Adapun yang mengikuti seleksi di nomor Changquan, yaitu Felda dan Monica. Kemudian nomor Taijiquan + Taijijian Putra, yakni Bobie Valentinus dan Nicholas. Sedangkan di nomor Sanda kelas 52 Kg Putri, yaitu Rosalina simanjuntak dan Selviah pertiwi.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here