Cisarua Berzikir :Warga Cisarua Tahlilan Hari Ke-7 Untuk Arwah Korban

Insert Photo: WARGA CISARUA BERZIKIR
KORANBOGOR.COM,BOGOR-Dalam rangka memperingati hari ke tujuhnya, bagi korban meninggal, yang diakibatkan oleh bis Karunia Bakti pekan lalu. Pada Kamis (15/2) dimulai pukul 18.30, atau malam Jumat, segenap lapisan masyarakat Kecamatan Cisarua, mulai dari Muspika, MUI, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan beberapa pelaku usaha yang berada di lingkungan tempat kejadian.
Pantauan di lokasi, diadakannya acara yang memiliki tema Cisarua berzikir itu, mendapatkan antusias dari lapisan masyarakat setempat,. Mulai dari kaum bapak, anak anak, ibu ibu, tukang ojek, bahkan para pengendara yang lewatpun akhirnya berhenti untuk menyempatkan diri guna mendoakan para arwah Korban meninggal bis Karunia Bakti.
“Kami warga Bandung, yang 80 persen aktifitas kami di jalanan, dan adanya tahlilan ke tujuh harinya ini, kami turut berduka, dan semoga amal ibadah para korban diterima di sisi-Nya. Begitu juga, kepada keluarga korban yang ditinggalkan, agar dikuatkan”, kata Ujang.
Sementara itu dikatakan Ketua Panitia penyelengara, Ahmad Jatnika, mengatakan, “kegiatan ini murni bentuk kepedulian masyarakat Cisarua. Kami, segenap masyarakat Cisarua, megucapkan turut berduka cita, atas meninggalnya belasan orang dan melukai puluhan orang, akibat bis Karunia Bakti. Untuk ini, mendoakan, bagi korban yang meninggal, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dan bagi mereka yang mengalami luka kuka, semoga cepat sembuh. Begitu juga, bagi keluarga korban, agar dikuatkan dalam menghadapi ujiannya ini”, ucap Jatnika.
Acara yang dirangkai oleh panitia, mulai dari zikir bersama, tahlilan, panitia melakukan penggalangan dana yang dibagikan kepada keluarga korban, yang turut hadir dalam acara itu. Dana yang berhasil digalang, Rp 3.130.000. Dan sisa dari pengeluaran keperluan acara, sisa dana diberikan kepada suami korban almarhumah Aisah. Hadir pula dalam acara, anggota DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi.
Saat acara berlangsung, dan ada bis Karunia Bakti yang lewat, secara spontanitas, warga menyorakinya.( Dang).









