Utang Republik Indonesia Meningkat,Diduga Digunakan Untuk Bermewah Mewahan
KORANBOGOR.COM, JAKARTA-Di tengah meningkatnya suhu politik, LSM Fitra merilis utang luar negeri Indonesia yang kini total hampir mencapai Rp 2.000 triliun, tepatnya Rp 1.937 triliun. Peningkatan utang itu dialokasikan untuk kepentingan bermewah- mewah.
“Utang negara yang bernama Republik Indonesia pada tahun 2010 atau zaman Presiden SBY sebesar Rp 1.677 triliun. Pada tahun anggaran 2011 utang Indonesia sebesar Rp 1.803 triliun, dan pada 2012 mencapai Rp 1.937 triliun,” ujar Koordinator Investigasi dan Advokasi Seknas FITRA, Ucok Sky Khadafi, di Jakarta, Minggu (5/2/2012).
Pada masa peralihan pemerintahan dari Megawati ke Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), utang mengalami kenaikan Rp 705 triliun. Posisi utang pada masa Megawati sebesar Rp 1.232 triliun (2003). Sedangkan posisi utang pada masa pemerintah SBY sebesar Rp 1.937 triliun pada anggaran 2012.
“Pengeleloaan utang oleh pemerintahan SBY sangat amburadul, dan mengecewakan. Utang dipakai untuk bermewah-mewahan yaitu memenuhi pembelian fasilitas para pejabat negara, seperti pembelian pesawat kepresidenan Rp 526 miliar.
Menurut Ucok, untuk pembelian pesawat kepresidenan, pemerintah behutang sebesar Rp 92 miliar (2011) dan Rp 339 miliar (2012). Selain itu, katanya lagi, anggaran PNPM Mandiri yang berasal utang mengalami kebocoran Rp 200 miliar.
“Dengan demikian, jelas Indonesia berutang tetapi hanya untuk dikorup pejabat-pejabat publik. Kalau pada anggaran 2012 jumlah utang Rp 1.937 triliun dan penduduk Indonesia berjumlah 259 juta
orang, berarti tiap orang harus menanggung Rp7.478.764,” kata Ucok.
Terkait kondisi itu, Seknas FITRA, Pukat Korupsi FH UGM, Komite Peyelidikan, dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, mendesak pemerintah SBY melakukan moratorium (penghapusan) pembayaran utang.
“Selain itu, kami juga meminta pemerintah untuk membatalkan pembelian pesawat yang dana bersumber dari utang tersebut,” demikian Ucok Sky Khadafy. (*)









