Aturan PPDB SMP Online Tak Jelas,Para Orang Tua Kesal dan Marah

sekolah

KORANBOGOR.com,KLATEN-Para orang tua murid dibuat kesal, bingung dan marah lantaran aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) online SMP di Kabupaten Klaten, tidak jelas dan berubah, sehingga gagal menyekolahkan putra-putri mereka.

‘’Kami sebagai orang tua bingung aturannya tidak jelas,” kata Muryati, orang tua siswa, Selasa (2/7).

Dia menceritakan, pada hari pertama, mendaftarkan ke SMP 1 dan SMP 4, Senin (1/7). Namun pada pukul 12.00 WIB sudah tidak lolos lantaran nilai kalah bersaing di SMP 1. Lalu, pada pukul 16.00 WIB di SMP 4 anaknya juga dinyatakan tidak diterima.

Setelah gagal, hari kedua dia menarik berkas dengan maksud untuk mendaftarkan ke SMP negeri lainnya. Namun tidak bisa mendaftar lagi secara online. Sistem komputer PPDB menolak dengan alasan anaknya sudah dianggap mengundurkan diri.

Penolakan itu membuat bingung sebab tidak ada pendaftaran manual. Artinya anaknya sudah tidak bisa mendaftar di SMP negeri lainnya meski pun pendaftaran masih menyisakan waktu dua hari.

Atas persoalan itu dia melapor ke Dinas melalui SMP negeri. Aturan itu jelas merugikan sebab siswa dibatasi pilihan untuk mendaftar hanya di dua SMP negeri padahal waktu masih ada dua hari.

Eka, orang tua lainnya mengaku anaknya tidak diterima di dua SMP negeri pilihan di hari pertama. Saat menarik berkas untuk mendaftar di SMP negeri lain juga ditolak.

Alasannya, kata Eka, aplikasi komputer tidak bisa menerima data anaknya sebab sudah dinyatakan mengundurkan diri. Mestinya aplikasi itu tidak membatasi dua pilihan. Tetapi tergantung nilai calon siswa.

Apabila tidak diterima di SMP 1 bisa turun ke SMP 2, jika tidak lolos di SMP 2 bisa digeser ke SMP N 3 dan seterusnya. Tidak kemudian dua pilihan tidak lolos dianggap mundur secara otomatis. ”Kebijakan ini harus ditinjau ulang sebab akan membatasi kesempatan,” katanya.

Ari, orang tua lain mengatakan, aturan batas pilihan dua sekolah tidak ada di web ppdb klaten sehingga masyarakat kaget. Selain itu, di web klaten.siap-ppdb.com aturan zonasi masih aturan lama.

Jalur zonasi kuota 90 persen dari daya tampung, prestasi lima persen dan mutasi lima persen. Padahal informasi terakhir ada perubahan dari Kemendikbud untuk zonasi jadi 80 persen dan prestasi jadi 15 persen. ”Wajar masyarakat bingung aturanya saja berubah-ubah dan sarana tidak siap,” jelasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.