Kualitas Guru Yang Kurang Terlatih

Tanpa Kategory

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Guru merupakan faktor yang penting dalam proses pendidikan karena guru adalah seorang pengajar dalam mengajar ilmu pendidikannya supaya anak- anak bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang telah diajarkan gurunya dan sebagai poros utama pendidikan. Ia menjadi penentu kemajuan suatu negara di masa depan..

Tugas seorang guru ialah mendidik, membimbing, melatih ,menilai ,mengevaluasi anak didiknya, memberikan dorongan moral maupun mental kepada anak didiknya agar sang anak didik mampu menghadapi segala jenis permasalahan yang terjadi dalam hidupnya selama mengenyam pendidikan formal maupun non formal.Guru adalah komponen terpenting dalam menentukan sistem pendidikan.

Agar setiap penyelenggaraan kegiatan belajar yang baik dan lancar maka dibutuhkan guru yang berkualitas. Kualitas guru adalah dampak yang sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan di indonesia. 

B. PEMBAHASAN 

Di indonesia terdapat sekolah – sekolah yang memiliki guru–guru berkualitas. Namun,  ada juga sekolah yang memiliki tenaga guru yang kurang terlatih. beberapa persoalan guru yang menonjol dan tidak kunjung mendapat penyelesaian dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.Dalam hal ini menjadi topik permasalahan pendidikan yang ada di indonesia.

Karena adanya guru yang kurang profesional maka hal tersebut mengakibatkan kurangnya kualitas pendidikan yang ada di sekolah tersebut. Hal ini juga berpengaruh pada hasil atau terhadap peserta didik.

Guru yang kurang terlatih akan mengakibatkan peserta didik tidak menerima materi dengan baik,dan tidak memiliki keterampilan dasar seperti matematika dan ilmu pengetahuan dengan baik.  

Sebagai seorang pendidik harus memiliki kesadaran dan merasa mempunyai tugas untuk mendidik. Guru mempunyai pengaruh besar terhadap pendidikan karena guru meliliki tanggung jawab yang besar terhadap orang tua, negara,dan masyarakat.

  Guru yang berkualitas adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu maksimal.

Rendahnya kualitas pendidikan di indonesia tentu saja tidak bisa diubah dengan cara mengubah kurikulum. Kualitas pendidikan hanya bisa dipecahkan dengan cara meningkatkan  kualitas guru.

Tanpa perbaikan kualitas guru maka kualitas pendidikan akan tertinggal jauh dengan negara- negara lain. Penerapan sekolah 5 hari yang menarik polemik. Sebenarnya, penerapan kulikulum 2013 yang diterapkan banyak guru-guru yang belum paham betul tentang kurikulum tersebut.

Banyak guru yang bingung sehingga pembelajaran kurang optimal.Guru akan sulit menerima perubahan jika kompetensinya rendah.

Pendidikan akan semakin rumit ke depannya bila kualitas guru kita lemah. Maka kompetensi guru harus segara ditingkatkan, itulah salah satu titik penting mutu pendidikan di indonesia.

Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai untuk menjalankan tugasnya. Secara umum,para guru di dindonesia kurang bisa memerankan fungsinya dengan optimal,karena pemerintah masih kurang memperhatikan mereka,khususnya dalam upaya meningkatkan profesionalisme .

Kualitas guru adalah dampak yang sangat berpengaruh terhadap kualitas dan mutu  pendidikan di indonesia.Pada saat ini kualitas guru menurun, hal ini pemerintah harus meningkatkan kualitas guru agar menjadi lebih baik.

Solusi dari permasalahan ini adalah meningkatkan mutu pendidikan dengan cara pendidikan dan pelatihan seperti PPG(Program Profesi Guru), dengan beberapa workshop,dan lain – lain .

Diabad sekarang sudah memasuki abad ke-21, yaitu pendidikan lebih canggih lagi. 

Dampak dari kurang nya guru yang terlatih adalah berujung pada daerah – daerah yang terpencil yang kurang pemerataan terhadap pendidikan. Sedangkan pemerintah menuntut guru untuk mengikuti perkembangan zaman.

 Masalah yang lain di era globlalisasi ini salah satunya adalah penguasaan teknologi informasi (TIK) oleh  bapak dan ibu guru.

Tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak para pengajar-pengajar kita yang masih belum menguasai teknologi informasi. Padahal teknologi informasi sekarang ini jika dimanfaatkan dengan baik maka dapat membantu dan mempermudah tugas-tugas guru di dalam menjalankan tugasnya. 

Sedangkan di plosok-plosok terpencil yang susah dan sangat sulit untuk mengikuti perkembangan karena terhalang dengan internet dan kualifikasi S1 atau guru PNS yang tidak merata.

Dampak guru  yang tidak efektif terhadap pendidikan adalah banyaknya siswa-siswi yang malas dan bosan,tidak peduli dengan tugas mata pelajaran yang diberikannya, siswa banyak yang membuat kegaduhan, saling mengejek. Dampak dari siswa adalah hilang semangat belajar, menurun nya nilai, mengubah katakter siswa.  

Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah peran seorang guru itu amatlah besar dalam proses pendidikan dan tentunya muara dari pendididkan itu sendiri adalah terbentuknya karakter bangsa,sudah sepatutnya pemerintah memperhatikan permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan itu sendiri terutama meningkatkan kualitas guru,disini penulis lebih menekan kan kepada kesejahteraan dan penghargaan terhadap guru itu sendiri ,karena penulis merasa kesejahteraan terhadap guru di Indonesia ini sangat lah jauh dari Negara-negara lain 

(Red/ Erni Yuniarti dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa  )