PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Tanpa Kategory

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam  memajukan Bangsa Indonesia karena dengan berpendidikan kita bisa terlepas dari belenggu kebodohan.Setiap orang berhak memiliki pendidikan untuk bekal dirinya di masa yang akan datang.

Namun dalam pemenuhan pendidikan tersebut juga harus disertai dengan beberapa faktor pendukungnya,seperti fasilitas yang memadai,  sistem pembelajaran dan juga kualitas guru yang baik.

Dalam hal ini saya ingin membahas tentang tidak meratanya pendidikan yang ada di Indonesia yang menyebabkan Indonesia termasuk dalam negara yang belum maju.

Menurut dari referensi yang say abaca ada tiga faktor permasalahan yang menyebabkan tidak meratanya pendidikan di Indonesia:

Pertama, tidak meratanya pendidikan yang ada di Indonesia di sebabkan oleh pergantian kurikulum pembelajaran di setiap pergantian menteri.

Hal tersebut dapat menjadi faktor kurang meratanya pendidikan yang ada di Indonesia karena dalam setiap pergantian tersebut pastinya di butuhkan juga sarana dan prasarana yang memadai,bagaimana dengan nasib sekolah -sekolah yang berada di pedalaman yang sarana dan  prasarananya hanya terbatas dan dalam pergantian tersebut menuntut mereka untuk dapat menguasai lebih namun yang mereka punya hanya terbatas.

Disisi lain pemerintah juga harus memikirkan keadaan siswa dan juga gurunya.Semisal dalam kurikulum 2013 ini menuntut untuk full day school dan juga sistem pembelajarannya lebih terfokus pada anak.

Jadi untuk masalah full day school itu memang tidak terlalu menjadi masalah namun di sisi lain pemerintah juga harus memikirkan keadaan guru,karena selain menjadi guru juga  mereka punya sampingan yang dikerjakan di rumah.

Tidak selalu menuntut guru untuk dapat berada di lingkungan sekolah terus karena pastinya mereka mempunyai kesibukan lain.

Dan untuk sistem pembelajarannya kurikulim 2013 ini anak di tuntut untuk aktif,dalam artian mereka yang menjelaskan dan kita sebagai guru hanya mengoreksinya saja,tanpa guru menjelaskan terlebih dahulu namun anak di tuntut untuk dapat menguasai materi tersebut terlebih dahulu.

Menurut saya sistem yang seperti itu kurang efektif, karena pada dasarnya seorang guru itu kodratnya membagikan ilmunya kepada murid-muridnya,namun mengapa pada kurikulum 2013 ini dibalik? 

Kedua, fasilitas yang kurang memadai. Hal tersebut dapat menjadi masalah dalam kurang meratanya pendidikan di Indonesia karena dengan adanya fasilitas yang baik maka akan dapat membantu proses pendidikan yang baik pula.

Contohnya, banyak fasilitas-fasilitas yang belum terpenuhi di sekolah-sekolah yang berada di pedalaman,sehingga akses untuk mereka dapat  mengetahui hal yang lain akan sulit di dapatkan dan juga sistem pembelajaran atau dengan fasilitas seperti lab computer, alat-alat praktikum, dll. Karena fasilitas juga mempengaruhi kualitas sekolah tersebut.

Ketiga, selain dua hal diatas faktor yang menjadi permasalahan dalam kurang meratanya pendidikan di Indonesia adalah kualitas pendidik.

Guru merupakan faktor yang paling penting atau lebih dominan dalam perihal pendidikan.

Karena guru bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, namun guru juga merupakan salah satu faktor pembentuk karekter siswa mau seperti apanya siswa tersebut juga di dapatkan oleh guru tersebut.

Maka, dalam hal ini memang seharusnya yang menjadi pendidik adalah  yang sudah semestinya mempunyai basic dalam mendidik,baik ilmu pengetahuan atau karakter. Disetiap daerah itu mempunyai kualitas pendidik yang berbeda-beda, semakin tinggi tingkatan daerahnya maka semakin baik pula kualitas pendidiknya. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya bimbingan dalam mengajar dan juga kualitas kognitifnya.

Solusi dari semua permasalahan diatas seharusnya dalam  setiap pergantian kurikulum itu pemerintah melihat kondisi sekolah-sekolah yang ada di Indonesia, banyak sekolah yang belum maju  karena pemerintah hanya memajukan sekolah-sekolah yang memang sudah baik tingkat pendidikannnya.

Sedangkan di daerah terpencil pemerintah tidak menengoknya sama sekali. Fasilitas yang ada di sekolah –sekolah  tersebut harus dapat di perhatikan lagi terutama di daerah yang terpencil.

Menurut saya pemerintah mengadakan survey ke sekolah-sekolah seluruh Indonesia agar mereka juga dapat merasakan perhatian dari pemerintah dan juga dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia.

Setelah itu pemerintah dapat mengubah kurikulum yang sesuai dengan kondisi sekolah mereka, agar antara sistem dengan  prasarana pendidikan yang mereka punya dapat terpadu.

Untuk dapat meningkatkan kualitas guru pemerintah dapat mengadakan seminar untuk para pendidik di setiap daerah agar mereka mendapatkan  pembekalan yang baik dan benar dalam proses belajar mengajar, dan juga dalam kualitas kognitif nya harus memadai untuk dapat mentransfer ilmu kepada anak didik.

Setelah itu,pemerintah dapat melakukan kerjasama antara pemerintah pusat dengan  pemerintah di setiap daerah agar dapat memantau pendidikan di daerah-daerah tersebut untuk dapat memajukan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Jika kualitas pendidikan didaerah tersebut dapat meningkat maka dapat di pastikan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia dapat meningkat. Karena Negara yang maju adalah negara yang mempunyai kualitas sumber daya manusia yang baik dan berkualitas tinggi.

(Red/ A’yun Nursakinah,Dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa  )

Sumber:

Fitriani, A. (2016, Juni 3). https://www.kompasiana.com/fitrikanisa/575185c5f17a61dc08899c17/esai-tiga-faktor-tidak-meratanya-pendidikan-di-indonesia. Retrieved Desember 3, 2019, from https://www.kompasiana.com: https://www.kompasiana.com