PB HMI Pertanyakan Kinerja Pertamina

Tokoh

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Andi Satria Harahap ketua pemberdayaan sumber daya alam PB HMI mempertanyakan kinerja Pertamina dalam mengelola ladang minyak yang di ambil alih (alih kelola) oleh Pertamina setelah masa kontraknya habis. 

Turunnya lifting minyak bumi berdampak terhadap APBN, dan ini menurut kami sangat berbahaya.

Ada yang salah dari manajemen Pertamina, ini harus di bahas serius dan pemerintah harus mengevaluasi kinerja Pertamina sebagai perusahaan plat merah. 

Kita ketahui bersama 6 KKKS yang liftingnya turun dan dari 6 itu 5 adalah Pertamina, PT Pertamina EP, Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatra (PHE OSES), Pertamina Hulu Offshore North West Java (PHE ONWJ), serta Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).dan semuanya adalah blok-blok yang di alih kelola oleh Pertamina.

Kami sebagai civil society yang mengamati persoalan ini berpendapat harus ada sebuah keterbukaan dari Pertamina, karena saya melihat ada yang salah (mis management) .Kita juga di kejutan oleh peristiwa tumpahan minyak yang terjadi dikarawang beberapa hari lalu.

Saya berharap Pertamina sebagai perusahaan plat merah yang menjadi ujung tombak pemerintah harus berbenah, dan ini dengan dimulai melalui sebuah iktikad dan keterbukaan dalam tubuh Pertamina. Dan kami mengimbau semua stakeholders harus menyikapi persoalan ini dengan serius.Attachments area (red)