Budaya Bersih Desa

Wisata

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Mungkin menurut sebagian orang bersih desa adalah membersihkan lingkungan sekitar dusun tetapi menurut penulis hal itu bukan melainkan membersihkan makam di dusun tersebut seperti di salah satu dusun di kota Yogyakarta.

Biasanya yang membersihkan makam tersebut adalah orang yang mempunyai leluhur yang di makamkan di daerah tersebut tetapi warga lainnya di dusun tersebut juga ikut serta membersihkan makan secara bersama-sama. 

Bersih desa biasanya dilaksanakan setiap tahun yaitu pertengahan bulan Ruwah ( bulan menurut orang jawa) jam pelaksanaannya biasanya pada pagi hari di hari libur sehingga orang-orang dapat membersihkannya secara bersama-sama dan bergotong royong. 

Setelah melakukan bersih desa pada pagi harinya, sore hari akan diadakan sebuah acara seperti kenduri di makam tersebut.

Di acara kenduri orang-orang di dusun tersebut akan membawa makanan dari rumah masing-masing seperti ingkung ( ayam kampung) sebagai makanan utamanya tapi tidak semua warga membawanya ada juga yang tidak membawa.

Biasanya makanan tersebut akan dibagikan kepada warga yang mengikuti acara kenduri tersebut dan akan di makan secara bersama-sama di tempat tersebut tetapi ada juga yang dibawa pulang. 

  Meskipun tradisi bersih desa sudah ada sejak dulu warga masyarakat tetap menjaganya hingga saat ini yang zamannnya sudah semakin maju.

Dengan adanya bersih desa dapat merekatkan kekerabatan antar warga dusun yang melakukan pekerjaan secara bergotong royong sehingga pekerjaan akan terasa lebih mudah.

Semoga tradisi bersih desa akan tetap dilestarikan hingga sampai kapan pun tidak pudar oleh pergantian zaman yang semakin modern. 

( Marlina Sari, Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa )