Belajar Soal Kopi di Kampoeng Kopi Banaran 

0
787

KORANBOGOR.com,SEMARANG-Pemerintah Kabupaten Sleman memiliki perhatian serius dalam permasalahan produk dan pengembangan kopi. Karena, kopi adalah salah satu produk komoditi andalan Kabupaten Sleman.

Penanaman kopi secara massal di Merapi relatif telah berlangsung lama. Bahkan, dalam catatan zaman kolonial, kopi dari Merapi dijuluki kopi “meneer” lantaran wujudnya yang kecil. Namun, lahan kopi di Merapi beberapa kali rusak oleh bencana alam.

Dan di lereng-lereng Merapi, tanaman kopi tak hanya berfungsi sebagai tanaman ekonomis, yang memberikan hasil kepada penduduk. Tapi juga sebagai fungsi ekologi karena memiliki akar yang kuat sehingga mencegah terjadinya longsor.

Guna menambah wawasan seputar permasalahan kopi — mulai dari bibit, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran.

Wartawan yang tergabung dalam PWPS bersama Kabag Humas dan Protokol Setda Sleman,Dra Sri Winarti,ngangsu kawruh di Kampoeng Kopi Banaran, Jl Raya Semarang-Solo km 35 Bawen,Kabupaten Semarang,Jawa Tengah, Kamis (29/3/2018).

Pada kesempatan itu, rombongan wartawan yang sehari-hari meliput kegiatan di Sleman, diajak melihat langsung perkebunan kopi.

“Banyak sekali pengetahuan yang didapat dan membuat kita melek tentang pengolahan kopi untuk bisa diterapkan di Sleman,” kata Aris Herbandang,SIP,Kepala Subbagian Kemitraan Media di Humas dan Protokol Setda Sleman.

Menurut Kabag Humas dan Protokol, Dra Sri Winarti, hal itu sesuai dengan konsep Pemkab Sleman dalam pengembangan bisnis produk unggulan berupa kopi.

Diharapkan, melalui ngangsu kawruh itu, terus terjadi komunikasi. “Sehingga pengembangan produk kopi di Kabupaten Sleman sesuai dengan yang diharapkan,” papar Sri Winarti.

Sementara itu,dari Kampoeng Kopi Banaran yang diwakili Sentot Tri Joko,SE,Assistant Manager Finance, menguraikan Kampoeng Kopi Banaran yang berdiri sejak 2012.

“Ini salah satu bagian dari pernak-pernik kopi PT Perkebunan Nusantara 9 dengan luas 40,4 hektare,” kata Sentot Tri Joko di Meeting Room Arabica Kampoeng Kopi Banaran.

Kampoeng Kopi Banaran tidak hanya menyediakan kopi yang terbaik,tapi juga produk hilir lainnya berupa teh Kaligia dan Semugih serta sirup Pala.

Sekaligus juga edukasi bagi pengunjung yang ingin mengetahui seluk-beluk tanaman kopi. Selain edukasi tanaman kopi,ada edukasi pengolahan kopi,edukasi tanaman karet, edukasi tanaman kakao dan edukasi membatik.

Didampingi Eko Suprayogi dan Irfan sebagai tenaga lapangan,Sentot menjelaskan bagaimana budidaya tanaman kopi ini,mulai cara tanamnya,panen,produksi hingga kopi tersaji dalam sebuah cangkir dari produk kopi bubuk kemasan “Banaran” dengan rasa Java Mocha,Classic,Premium,Original,dan Luwak.

Dengan lanskap pegunungan dan Rawapening, pengunjung bisa berkeliling kebun kopi sekitar 30 menit memakai kereta wisata yang bertarif Rp 75 ribu.

Kampoeng Kopi Banaran,yang merupakan kawasan wisata unik dengan pemandangan kebun kopi merupakan salah satu Wisata Agro yang dimiliki PT Perkebunan Nusantara IX (Persero),yang terletak di areal perkebunan kopi “Kebun Getas Afdeling Assinan” dengan ketinggian 480-600 m.dpl dan suhu udara cukup sejuk antara 23ºC – 27º C.

Fasilitas utama Kampoeng Kopi Banaran yang terletak satu kilometer dari Terminal Bawen berupa bangunan adalah menikmati sedapnya kopi “Banaran Coffee”.

Selain itu ada arena bermain anak-anak,Corporate Gathering, Coffee Walk, Out Bound Games,Kolam renang,Gasebo,Lapangan tenis,Taman buah,Gedung pertemuan,Flying Fox,Mushola,Meeting Room,Griya Robusta,Family Gathering dan jelajah jebun dengan ATV.

Aneka Wisata unggulan di Kampoeng Kopi Banaran antara lain flying fox,meluncur bagaikan rubah dengan ketinggian 50 meter dan panjang 145 meter.

Kereta wisata, dengan mengelilingi hamparan kebun kopi diselingi pemandangan Rawapening yang dilatarbelakangi gugusan gunung.

Kolam renang, dengan tiga tipe kedalaman: 30 cm, 50 cm, dan 150 cm.Kita bisa menikmati kesegaran dan keakraban bersama keluarga di taman dan gazebo. Dilengkapi dengan sarana bermain untuk anak-anak.

Ada pula taman lalu Lintas, wahana off road di tengah hijau nan sejuk tanaman coklat atau kakao. Taman lalu lintas adalah suatu wahana pembelajaran untuk tertib berkendara bagi anak-anak. (Red/Affan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here