Berdiri Sejak Tahun 1940,Inilah Warung Kopi Aboe Thalib

0
1551

KORANBOGOR.com,BALI-Nama Warung Kopi Aboe Thalib, sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Tabanan, karena sudah ada sejak tahun 1940. Bahkan, saking lamanya, warung kopi ini menjadi salah satu legenda warung kopi (Warkop) di Kota Tabanan.

Sejak tahun 1940 hingga saat ini konsep dari Warko Aboe Thalib tidak pernah berubah. Mulai dari konsep hingga rasa kopi yang disajikan, tetap konsisten dengan rasa kopi robusta yang disaring dengan cara manual. Manual yang benar-benar manual dengan kain saring, bukan manual brewing seperti kopi yang disajikan di coffee shop kekinian.

Di akhir tahun 2017 lalu, tepatnya ketika warung kopi ini berusia 77 tahun, melebarkan sayapnya ke Kota Denpasar, tentunya dengan target pasar yang lebih luas.

Meskipun target pasar yang disasar lebih luas dan bersaing di pasar yang lebih besar, namun Warkop Aboe Thalib tetap hadir dengan nuansa warung kopi sederhana seperti yang ada di Tabanan.

Pemilik Warkop Aboe Thalib Denpasar, Putu Hendra Pramana, mengatakan, Warkop Aboe Talib Denpasar yang berlokasi di Jalan Malboro Denpasar, merupakan cabang dari Aboe Thalib Tabanan.

“Meski ada di Denpasar, namun konsep dan kopi yang kami sajikan sama dengan kopi yang kami sajikan di Warkop Tabanan,” jelas Putu Hendra Pramana, cucu dari M. Aboe Thalib, pendiri Warkop Aboe Thalib Tabanan.

Meskipun memiliki konsep yang sama dengan Aboe Thalib Tabanan, lanjutnya, namun untuk Warkop Aboe Thalib Denpasar ada sedikit sentuhan modern, yakni mengambil konsep container café yang lebih simple.

Selain pada bangunan, beberapa bagian juga mencerminkan jika warung kopi ini adalah tempat nongkrong khas anak muda, karena menyediakan beberapa jenis permainan yang bisa dimainkan penikmat kopi.

Ada beberapa jenis permainan yang disediakan, seperti kartu Uno dan Uno Balok. Dikatakan Hendra, tujuan disediakannya beberapa jenis permainan non gadget ini, supaya para pelanggan yang datang tidak sibuk bermain gadget.

Dengan adanya permainan manual ini, lanjutnya, pelanggan akan bisa melakukan komunikasi secara langsung dengan lawan bicaranya. “ Datang ke Warkop kami, tidak saja untuk minum kopi, namun juga bisa bermain dan ngobrol secara langsung tanpa diganggu oleh kehadiran gadget,” ungkap Hendra.

Lantas, bagaimana dengan menu? Sama halnya dengan Warkop Aboe Thalib Tabanan yang jualan utamanya adalah kopi saring. Namun, untuk jenis kopi yang disajikan di Warkop Denpasar, diakui suami Made Yesidiari Nesanta ini, memiliki beberapa jenis variasi kopi.

Dikatakannya, variasi jenis kopi yang disajikan, dilakukan karena tren pelanggan yang datang ke Denpasar adalah anak muda, sehingga menu non kopi menurutnya juga sangat diperlukan. “Biasanya yang datang adalah anak-anak muda, rata-rata meraka lebih suka minum es kopi susu dibandingkan dengan kopi hitam,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin.

Beragam jenis disediakan, mulai dari kopi saring hitam original, kopi saring jahe, kopi saring susu, kopi sari jahe susu hingga es kopi susu. “Seluruh jenis kopi yang kami sajikan menggunakan jenis kopi robusta Tabanan, sama seperti warung kopi yang ada di Tabanan,” tambahnya.

Siap Mie Instan dan Telur Setengah Matang

Selain kopi hitam, Warkop Aboe Thalib Denpasar juga memiliki beberapa jenis menu lainnya. Rata-rata menu tambahan yang dijual adalah menu khas Kota Denpasar di tengah malam, mulai dari mie instan dan telur setengah matang.

Menurut Hendra, disediakannya menu tambahan ini karena permintaan pelanggan. “Hal ini tidak terlepas dari aktivitas nongkrong malam hari di kawasan Malboro yang didominasi oleh anak muda,” jelasnya.

Mie instan, lanjutnya, menjadi salah satu menu yang sangat cocok untuk melayani pasar anak muda yang suka menghabiskan waktu di malam hari untuk sekadar nongkrong bersama teman-temannya.

Bagi yang tidak suka kopi, Warkop ini juga menyediakan menu lain yang tidak mengandung cafein, salah satunya adalah Sari Kunyit asam. Minuman dengan citarasa asam segar ini, diakui Hendra menjadi salah satu minuman yang diminati pelanggan.

Selain rasanya yang unik, yakni perpaduan antara rasa asam dan manis yang pas, minuman ini juga bermanfaat untuk meredakan panas dalam. “Kunyit asam ini, menjadi favorit pelanggan yang tidak suka kopi, karena rasanya yang unik dan manfaat kesehatan yang didapat,” ungkapnya.

Warkop Aboe Thalib Denpasar mematok harga kopi mulai dari Rp 6500 per cup .(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here