Patra Hotel & Convention Semarang Gelar Jateng Cooking Competition 2018

0
896

KORANBOGOR.com,SEMARANG- Patra Hotel & Convention Semarang bekerja sama dengan Indonesia Chef Asosiasi  (ICA)  Jawa Tengah mengadakan lomba memasak tingkat Jawa Tengah pada tanggal 24 Maret 2018.

Jateng Cooking Competition2018 ini Diikuti oleh 50 peserta dari kalangan umum diantaranya siswa SMK, Mahasiswa, PKK Kecamatan Kota Semarang dan Wartawan Jawa Tengah.

Perlombaan ini menggunakan sistem black box competition dan diberikan waktu untuk memasak 1 main course selama 45 menit dengan bahan yang telah disediakan.

Ketua Asosiasi Chef Indonesia,Chef Hendro,mengatakan,Perkembangan masakan di dunia semakin berkembang pesat dan bahkan di Indonesia sendiri kulinernya sudah sangat beragam dalam segi olahan,cita rasa maupun bahan dasar yang digunakan.

Di Jawa Tengah sendiri banyak sekali daerah yang memiliki makanan khas baik tingkat kabupaten maupun kota dimana saat ini sangat berkembang dengan pesat.

Persaingan di dunia kerja juga semakin ketat,kata Chef Hendro.

Chef Hendro,menuturkan,bahwa Orang berlomba menampilkan sesuatu yang berbeda dengan orang lainnya.

Inovasi dan kreasi adalah kata kunci untuk dapat bersaing di era globalisasi dewasa ini. Terlebih kini Indonesia merupakan bagian dari Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Hal tersebut semakin mempersengit persaingan.

Sebagai bagian dari bangsa yang besar, generasi kita tentu saja tidak boleh kalah saing dari bangsa lain,apalagi sampai terkucilkan.Jangan sampai jadi tamu di negeri sendiri. Generasi bangsa harus menjadi orang terdepan dalam hal inovasi dan kreasi.

Pemenang lomba Juara I kategori SMK,LPK dan Sekolah Tinggi mendapatkan Tropy, Piala bergilir,sertifikat serta uang senilai Rp.1.000.000,-.Sedangkan Juara I kategori PKK se Kota Semarang mendapatkan Tropy & sertifikat.Untuk pemenang Juara dari kategori Wartawan & media mendapatkan Tropy & sertifikat,tuturnya.

Chef Hendro,menambahkan,Dengan adanya lomba memasak tingkat Jawa Tengah ini diharapkan dapat menggali dan melestarikan tradisional kuliner Indonesia pada umumnya.

Selain itu sebagai upaya mengenalkan ke generasi muda kuliner tradisional Jawa Tengah yang saat ini mulai terlupakan dengan masuknya makanan asing dan terkikisnya rasa cinta terhadap Kuliner local,imbuhnya. (vit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here